Pemkot Batu Terapkan Kombinasi WFO dan WFH, Kurangi Rapat Tatap Muka dan Pembatasan Perjalanan Dinas
Eko Darmoko April 07, 2026 05:45 PM

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Mulai bulan April 2026 ini, Pemkot Batu menerapkan pengaturan kombinasi Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH) secara terbatas.

Wali Kota Batu, Nurochman mengatakan, ini sebagai upaya dalam menghemat energi di tengah dinamika geopolitik global, sesuai intruksi pemerintah pusat.

Untuk itu, ia meminta seluruh ASN Pemkot Batu beradaptasi dengan tekanan ekonomi melalui langkah efisiensi anggaran, penyesuaian pola kerja, serta penguatan pelayanan publik agar kinerja pemerintahan tetap berjalan optimal.

“Kondisi global ini berdampak sampai ke daerah."

"Karena itu kami harus membaca situasi dengan baik dan mengambil langkah strategis, termasuk mengoptimalkan potensi daerah yang kami miliki,” kata Nurochman kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Kasus Jual Beli Kios Pasar Among Tani: Setelah Periksa 5 ASN, Kejari Batu Panggil 12 Pedagang

Tidak hanya menerapkan WFH setiap hari Jumat, Nurochman juga mengeluarkan beberapa aturan untuk menekan belanja operasional, dengan mengurangi rapat tatap muka skala besar, pembatasan perjalanan dinas, serta optimalisasi rapat daring sebagai alternatif efisien tanpa mengurangi substansi koordinasi.

“Kami lebih memanfaatkan teknologi informasi."

"Rapat atau studi komparasi tidak harus selalu datang langsung jika bisa dilakukan secara daring dengan hasil yang sama,” ujarnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab dipanggil Cak Nur itu menyatakan, akibat kondisi global saat ini, berdampak langsung terhadap daerah termasuk potensi penurunan aktivitas ekonomi yang berimbas pada pendapatan daerah dan sektor usaha.

Sebagai contoh, pengurangan kegiatan di hotel sebagai bagian efisiensi anggaran berpotensi menekan sektor perhotelan dan berdampak pada penerimaan pajak daerah maupun keberlangsungan tenaga kerja, sehingga kebijakan harus disikapi secara bijak dengan mempertimbangkan dampak berantai terhadap ekonomi daerah.

“Apapun itu kami pastikan pelayanan publik tetap berjalan normal, khususnya pada perangkat daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” pungkasnya.

Baca juga: Akses Malang-Blitar di Bendungan Lahor Masih Gratis, Jasa Tirta Siapkan Mekanisme Aman bagi Pelintas

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.