Kelangkaan LPG 3 Kg di Lumajang, Pedagang Bakso Tak Lagi Jual Teh dan Jeruk Hangat
Haorrahman April 07, 2026 04:56 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram atau yang dikenal sebagai “elpiji melon” terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Hal ini berdampak pada aktivitas usaha mikro kecil menengah (UMKM) utamanya pelaku kuliner, yang harus berhemat pemakaian LPG.

Salah satunya dialami oleh Diki Adi Saputra, pengelola warung bakso di kawasan Stadion Toga, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Lumajang.

Baca juga: Misteri Teriakan dan Kematian Nisa Rofiantin di Lumajang, Polisi Temukan Selendang dan Pisau di TKP

Selama empat hari terakhir, warungnya tidak lagi melayani pesanan minuman hangat karena kesulitan mendapatkan tabung gas elpiji 3 kilogram.

"Teh panas sama jeruk panasnya tidak ada. Soalnya tabung sulit didapatkan sehingga tidak bisa masak air, saya sudah muter cari gas tidak ada barangnya," ujar Diki saat ditemui di warungnya, Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Remaja Lumajang Hilang Terseret Arus di Muara Bondoyudo Jember

LPG Hanya untuk Bakso

Saat ini Diki hanya memiliki satu tabung gas yang digunakan khusus untuk menjaga kuah bakso tetap panas. Karena keterbatasan tersebut, ia terpaksa menghentikan sementara penjualan minuman hangat dan hanya melayani minuman dingin.

"Soalnya hanya gunakan satu tabung, jadi kami hanya melayani pembelian minuman dingin saja, yang tidak harus masak air dulu," katanya.

Biasanya, dalam kondisi normal, ia menggunakan dua tabung elpiji 3 kilogram untuk operasional sehari-hari.

Namun sejak setelah Lebaran, ketersediaan gas subsidi semakin sulit ditemukan.

Untuk tetap bisa berjualan, Diki akhirnya menggunakan tabung gas non-subsidi ukuran 5 kilogram yang dibeli dengan harga sekitar Rp90 ribu.

Baca juga: LPG 3 Kilogram di Bondowoso Tembus Rp 23 Ribu, Pemakaian Meningkat saat Ramadan 2026

"Setelah langka kami terpaksa gunakan satu tabung. Itupun ukuran 5 kilogram yang harganya Rp 90 ribu," ucapnya.

Cari LPG Hingga 2 Kilometer

Diki mengaku telah mencari elpiji subsidi ke sejumlah pengecer hingga radius sekitar dua kilometer dari lokasi warungnya. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil karena stok di berbagai tempat penjualan juga kosong.

"Kalau harganya tidak naik dikisaran Rp 20-25 ribuan, tapi ya itu barangnya tidak ada," katanya.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Jelang Ramadan, Pertamina Tambah 50 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Jember

Pendapatan Menurun

Kelangkaan LPG tersebut juga berdampak pada pendapatan usaha. Menurut Diki, minuman hangat seperti teh dan jeruk hangat merupakan menu yang cukup diminati pelanggan, terutama pada malam hari.

Dalam sehari, biasanya ada sekitar 10 hingga 15 pembeli yang memesan minuman hangat.

"Pelanggan paling banyak pesan teh hangat atau jeruk hangat saat malam hari. Sehari bisa tembus 10-15 pembeli," ujarnya.

Dengan harga minuman hangat sekitar Rp 3.000 per gelas, ia memperkirakan potensi pendapatan yang hilang sekitar Rp30.000 per hari jika ada 10 pembeli.

"Soalnya minuman hangat harganya Rp 3 ribu. Kalau 10 pelanggan yang pesan kan Rp 30 ribu sehari, dikali empat hari sudah berapa yang hilang," jelasnya.

Meski biaya operasional meningkat karena menggunakan gas non-subsidi, Diki mengaku belum menaikkan harga bakso yang dijualnya. Ia berharap kondisi kelangkaan gas ini tidak berlangsung lama.

"Kami belum sampai naikan harga sementara ini. Meskipun biaya operasional membengkak karena harus gunakan tabung elpiji non subsidi," katanya.

Baca juga: Gas LPG 3 Kg Langka di Bondowoso, Warga Pertanyakan Klaim Stok Aman

Pemerintah Masih Telusuri

Penyebab Kelangkaan
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lumajang, Muhammad Ridha, mengatakan pihaknya masih menelusuri penyebab kelangkaan elpiji subsidi di wilayah tersebut.

Menurutnya, tim dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) bersama aparat penegak hukum saat ini sedang melakukan pengecekan langsung di lapangan.

"Saat ini teman-teman dari OPD dan APH sedang bertugas mengecek langsung ke beberapa lokasi sasaran. Dan giat tersebut dikoordinir oleh bagian ekonomi," kata Ridha.

 


© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.