TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pesta minuman keras (miras) di Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Bangli berujung petaka.
Dua orang, yakni I KB (33) dan Jro A (33) diduga tewas karena over dosis atau kelebihan minum alkohol dalam sebuah acara pernikahan di rumah warga setempat.
Satu meninggal di rumah sakit dan satu lagi meninggal di tempat.
Baca juga: Kedapatan Konsumsi Miras Saat Jam Kerja, 4 Pegawai Pasar Umum Galiran Bali Ditindak
Informasi dihimpun Tribun Bali, Selasa 7 April 2026, kejadian tersebut bermula pada akhir Maret 2026 di sebuah pesta pernikahan wilayah Songan B.
Saat itu I KB datang saat malam hari. Iapun bergabung dengan sejumlah warga, termasuk Jro A untuk pesta miras.
Adapun miras yang dikonsumsi saat itu berupa arak, tuak, serta mojito. Setelah beberapa saat minum, I KB sempoyongan, oleh teman-temannya ia dikira mabuk.
Saat itu I KB pun meninggalkan lokasi pesta sendirian, lalu pergi ke rumah kakaknya untuk beristirahat.
Baca juga: NEKAT Konsumsi Miras Saat Jam Kerja, 4 Pegawai Pasar Galiran Klungkung Ditindak!
Diduga karena kondisinya memburuk, pada dini hari, keluarganya membawa yang bersangkutan ke salah satu rumah sakit swasta di kawasan Karangasem.
Sampai di UGD, I KB sempat mendapat penanganan medis, namun tak berlangsung lama ia pun tewas.
Hasil medis, pasien didiagnosis mengalami overdosis alkohol akut.
Di tempat lain, Jro A, yang saat itu juga ikut pesta miras juga meregang nyawa.
Baca juga: Viral Pria Terjatuh di Jembatan Lumintang, Terpeleset ke Sungai Usai Pesta Miras
Namun bukan di rumah sakit, melainkan tewas di tempat pesta.
Namun diketahui, sebelum pesta miras, Jro A ini juga memiliki riwayat penyakit bawaan, sehingga penyebab kematiannya masih simpang siur.
Kasi Humas Polres Bangli, AKP I Ketut Gede Ratwijaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.
Baca juga: Diduga Depresi Dan Dipengaruhi Miras, Seorang Wanita Di Bali Nekat Lompat Dari Kapal Ke Laut
Namun ia belum bisa berkomentar banyak, karena kasus ini masih dalam penyelidikan.
"Kasusnya masih ditangani Satreskrim Polres Bangli," ujarnya. (*)