Banjir Lahar Semeru Jebol Tanggul Sungai Regoyo, Rumah dan Musala di Lumajang Ambles
Haorrahman April 07, 2026 07:53 PM

 

TRUBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Banjir lahar Gunung Semeru menjebol tanggul di Sungai Regoyo Lumajang, Jawa Timur, sehingga menyebabkan sebuah rumah warga dan bangunan musala di Dusun Kebondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro ambles, Selasa (7/4/2026).

Peristiwa tersebut terjadi setelah derasnya aliran lahar dari gunung tertinggi di Pulau Jawa itu menghantam tanggul yang selama ini berfungsi menahan material vulkanik dari hulu sungai.

Baca juga: Anak dan Ayah di Lumajang Terseret Banjir Lahar Saat Berangkat Sekolah

Tanggul 50 Meter Rusak

Dampak banjir lahar terlihat jelas di lokasi kejadian. Bangunan musala yang berada di sisi selatan sungai ambruk hingga hampir rata dengan tanah setelah tergerus arus material vulkanik.

Selain itu, tanggul penahan lahar sepanjang sekitar 50 meter juga tidak mampu menahan derasnya aliran, hingga akhirnya jebol dan memperparah kerusakan di sekitar bantaran sungai.

Kondisi tersebut membuat warga yang tinggal di sekitar area tanggul semakin khawatir akan potensi banjir lahar susulan.

Baca juga: Sungai Kaliregoyo Lumajang Meluap, Warga sempat Terjebak Luapan Lahar dari Gunung Semeru

Harun, salah satu warga setempat, mengatakan kejadian ini bukan pertama kali terjadi. Ia menilai kondisi tanggul yang rusak menjadi ancaman serius bagi warga yang tinggal di sekitar sungai.

“Tolong kepada pejabat untuk segera ditindaklanjuti. Selama ini sudah beberapa kali dikunjungi, tapi tidak ada hasilnya,” ujarnya.

Menurut Harun, setidaknya terdapat sekitar 30 kepala keluarga yang tinggal di kawasan Blok Kajang Kosong, Desa Sumberwuluh, yang kini hidup dalam ancaman banjir lahar.

Baca juga: Banjir Lahar Dingin Semeru, Material Vulknik Masuk ke Permukiman Sumberlangsep

Meski menyadari risiko tinggi, sebagian warga mengaku belum bisa pindah ke lokasi lain karena keterbatasan ekonomi dan belum adanya kepastian mata pencaharian di tempat relokasi.

“Saat ini tidak ada jalan keluar, mau pindah ke mana, tidak ada modal. Kami sekitar 30 KK terancam semua,” tuturnya.

Baca juga: Status Gunung Semeru Turun, Normalisasi Aliran Lahar Dipercepat

Tidak Ada Korban Jiwa

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, kawasan tersebut merupakan zona merah yang rawan terdampak banjir lahar,” katanya.

Menurut Yudhi, pihak BPBD saat ini tengah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PUSDA) Jawa Timur untuk menangani kerusakan tanggul yang jebol.

Ia juga kembali mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan agar bersedia direlokasi ke tempat yang lebih aman.

“Di sana kawasan zona merah, masyarakat kami imbau untuk mau direlokasi ke tempat yang lebih aman,” tambahnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.