TRIBUN-BALI.COM - Seorang nenek berusia 77 tahun, Ni Wayan Pasthi, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan setelah terjebak di dalam rumahnya yang telah ludes terbakar.
Musibah ini terjadi di pemukiman padat penduduk Jalan Kerta Dalem Sari, Gang Cemara No. 11 B, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali pada Selasa 7 April 2026 siang.
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 12.25 WITA. warga di lokasi, Ramada Yanti (56), yang baru saja pulang dari pasar, dikejutkan oleh kobaran api yang sudah membubung tinggi dari rumah di depan kediamannya.
Teriakan histeris Ramada memicu kepanikan warga sekitar. Ramada berteriak minta tolong, tetangga berdatangan dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun api sudah sangat besar.
Baca juga: KEDOK Hiburan Tapi Jajakan Narkoba, Parta Desak Cabut Izin New Star Club, Delona Vista & N Co-Living
Baca juga: TRAGIS, Rumahnya Kebakaran Akibat Korsleting Listrik di Buleleng, Suandana Alami Kerugian Rp60 Juta!
Upaya warga untuk menyelamatkan korban sempat terhalang oleh besarnya api. Kemudian Kadek Ariantara (55), mendengar teriakan warga bahwa ada orang di dalam rumah tersebut.
Namun, suhu panas yang ekstrem dan asap hitam pekat membuat warga tidak bisa berbuat banyak. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), api diduga kuat berasal dari percikan api dupa.
"Penyebabnya diduga akibat api dupa, sebelum kebakaran cucu korban melaksanakan sembahyang di kamar suci lalu ditinggal keluar," ujar Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Agus Adi Apriyoga.
"Korban ditemukan di bagian dapur dengan posisi badan miring ke kanan, kepala berada di sebelah selatan. Sebagian besar tubuh korban hangus terbakar," imbuh dia.
Meninggalnya korban akibat terbakar karena saat terjadinya kejadian kebakaran korban di rumah seorang diri serta kondisi korban yang sudah renta sehingga tidak bisa menyelamatkan diri.
Kondisi di dalam rumah pasca kebakaran memperlihatkan kerusakan total. Puing-puing kayu yang menghitam, atap seng yang ambruk menutupi lantai, serta dinding rumah yang hangus menjadi menggambarkan ganasnya amukan si jago merah.
Di tengah reruntuhan dapur yang dipenuhi genangan air sisa pemadaman, tubuh renta korban ditemukan terbujur kaku di antara perabotan yang telah menjadi arang.
Sementara itu, Kepala Bidang Damkar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, Wayan Karma, menyatakan bahwa pihaknya mengerahkan seluruh kekuatan untuk menjinakkan api agar tidak merembet ke bangunan lain.
"Kami mengerahkan 8 unit armada pemadam dari semua pos, dibantu tim Rescue dan BPBD," ungkap Wayan Karma.
"Luas area yang terbakar sekitar 1 are, dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100 juta, termasuk satu unit sepeda motor Supra dan surat-surat berharga," sambungnya.
Petugas kepolisian telah memasang garis kuning di depan gerbang rumah yang kini temboknya hangus menghitam.
Warga berkerumun menyaksikan tim evakuasi yang mengenakan masker, dan perlengkapan pelindung saat mengangkat kantong jenazah oranye berisi jasad korban. Sekitar pukul 14.30 WITA, api dipastikan sepenuhnya padam.
Tak lama berselang, jenazah Ni Wayan Pasthi dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar menuju kamar jenazah RSUP Prof. Ngoerah untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga saat ini, pihak keluarga korban masih dalam kondisi syok berat atas musibah yang menimpa orang tua mereka.
Di tempak Kejadian dihuni oleh 5 orang, meliputi korban, IMPY anak korban/Kepala Keluarga, NWNS menantu korban, IGDP cucu korban, IMDGP cucu korban. (*)