TRIBUNGAYO.COM - Kepergian Nyak Sandang pada Selasa siang, 7 April 2026, membawa duka mendalam bagi masyarakat Aceh dan bangsa Indonesia.
Sosok yang dikenal sederhana ini bukan hanya seorang warga biasa, melainkan bagian penting dari sejarah perjuangan negeri.
Nyak Sandang dikenang luas karena pengorbanannya yang luar biasa menjual tanah dan emas miliknya demi membantu pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, Seulawah RI-001.
Kini, di usia 100 tahun, Nyak Sandang telah berpulang Selasa (7/4/2026) pukul 12.20 WIB di kediamannya di Gampong Lhuet, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya.
Ia meninggal dalam usia 100 tahun karena kondisinya sudah melemah karena faktor usia.
Cucu Nyak Sandang, Ataillah mengatakan, selama ini almarhum tidak sedang dalam kondisi sakit berat.
"Kondisinya memang sudah melemah, tapi bukan sakit parah yang harus dirawat di rumah sakit. Usia beliau genap sekitar 100 tahun," katanya singkat.
Jenazah almarhum Nyak Sandang, tokoh masyarakat Aceh yang dikenal atas jasa dan pengabdiannya kepada negara, dishalatkan di masjid Nyak Sandang yang merupakan hadiah dari Pemerintah Indonesia untuk dirinya.
Masjid tersebut berada di desa kelahirannya, yakni Gampong Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya.
Prosesi shalat jenazah berlangsung khidmat dan dihadiri oleh keluarga, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Masjid tempat dishalatkannya jenazah memiliki makna historis tersendiri bagi masyarakat, karena dibangun sebagai bentuk penghargaan pemerintah atas jasa Nyak Sandang semasa hidupnya.
"Beliau di shalatkan di masjid Nyak Sandang," jelas Camat Jaya.
Usai dishalatkan, jenazah Nyak Sandang kemudian dibawa ke tempat peristirahatan terakhir untuk dimakamkan di makam keluarga yang berada di samping rumah almarhum di Gampong Lhuet.
Prosesi pemakaman berlangsung sederhana dan penuh haru.
Warga terlihat memadati area pemakaman untuk mengiringi kepergian sosok yang selama ini dihormati oleh masyarakat.
Pemakaman Nyak Sandang dilaksanakan secara sipil tanpa upacara militer.
Meski demikian, masyarakat tetap memberikan penghormatan dan doa terbaik sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan dedikasi almarhum bagi bangsa dan negara. (*)
Baca juga: Smile Train Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Aceh Singkil, Segera Daftar ke Puskesmas Terdekat