TRIBUNGAYO.COM - Dalam perjalanan hidup, ada masa ketika harapan terasa semakin jauh.
Usia yang terus bertambah, kondisi fisik yang melemah, serta keadaan yang seolah menutup semua pintu membuat manusia merasa tidak lagi memiliki peluang.
Namun, kisah Nabi Zakariya menjadi pengingat bahwa selama masih ada doa, tidak ada yang benar-benar mustahil.
Nabi Zakariya dan istri adalah sosok yang telah berusia lanjut.
Secara logika, harapan untuk memiliki keturunan hampir tidak mungkin.
Tetapi dengan penuh keyakinan, Nabi Zakariya tetap memanjatkan doa kepada Allah, memohon dianugerahi seorang anak yang saleh.
Nabi Zakariya berada pada titik yang secara manusiawi hampir tanpa harapan.
Tubuhnya telah renta, rambutnya memutih, dan istrinya tidak mampu memiliki anak.
Ia tetap menggenggam keyakinan. Ia tahu bahwa ada satu pintu yang tidak pernah tertutup pintu doa kepada Allah.
Dilansir dari The Islamic Information, doa yang dipanjatkan Nabi Zakariya diabadikan dalam Al-Qur'an, tepatnya dalam Surah Al-Anbiya.
Doa ini menjadi salah satu amalan yang sering dibaca oleh umat Islam yang mengharapkan keturunan.
Arab:
Latin:
Rabbi lā tadharnī fardan wa anta khayru-l-wārithīn
Artinya:
“Ya Tuhanku, janganlah Engkau tinggalkan aku sendirian, padahal Engkau adalah sebaik-baik pewaris.”
Tidak ada jumlah pasti dalam membaca doa ini. Para ulama menganjurkan untuk membacanya secara konsisten dan penuh keyakinan.
Beberapa waktu terbaik untuk memanjatkan doa antara lain:
Baca juga: Doa Mengatasi Stres dan Cemas: Lengkap Arab, Latin dan Terjemahan
Baca juga: Ikhtiar dan Doa Agar Anak yang Baru Lulus Kuliah Segera Diterima Kerja, Ustadz Adi Hidayat