Arti Inni Akhafullah, Sesungguhnya Aku Takut Kepada Allah, Potongan Surat Al-Ma'idah ayat 28
Fitri Wahyuni April 07, 2026 09:24 PM

BANGKAPOS.COM -- Dalam surat Al-Ma'idah ayat 28 terdapat bacaan Inni Akhafullah.

Arti inni akhafullah adalah sesungguhnya aku takut kepada Allah, yang jika ditulis bahasa Arab إِنِّىٓ أَخَافُ ٱللَّهَ

Bacaan inni akhafullah kerap kali dijadikan sebagai tameng bagi manusia dalam menghadapi nawa nafsu.

Baca juga: Arti Labbaik Allahumma Labbaik, Bacaan Talbiyah untuk Jemaah Haji dan Umrah

Di media sosial, bacaan  إِنِّىٓ أَخَافُ ٱللَّهَ sangat viral, dianjurkan membaca bacaan tersebut sembari menyentuh dada.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penanaman ketakwaan, pengingat diri untuk tidak lalai, dan menenangkan hati.

Praktik ini juga dikaitkan dengan penyerahan diri (rida) atas ketentuan Allah SWT.

Pada dasarnya, kalimat dalam potongan surat Al-Ma'idah ayat 28 tersebut diucapkan ketika Habil diancam akan dibunuh oleh saudaranya, Qabil.

Sebagaimana bacaan lengkap surat Al-Ma'idah ayat 28 yang artinya:

Baca juga: Arti Bismillahirrahmanirrahim, Ucapkan saat Mengawali Segala Aktivitas

"Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam".

Dalam konteks sosial, kalimat inni akhafullah sering digunakan sebagai alasan untuk memaafkan atau menahan diri dari membalas perbuatan zalim orang lain demi mengharap keridhaan Allah.

Takut dalam bahasa Indosia menurut KBBI artinya merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yang dianggap akan mendatangkan bencana atau bahaya.

'Sesungguhnya aku takut kepada Allah' artinya takut akan Allah.

Merujuk pada rasa takut atau perasaan hormat, kagum atau pasrah terhadap Tuhan. Takut akan penghakiman Illahi, neraka. atau kemahakuasaan Tuhan.

Manusia merupakan mahluk Ciptaan Allah SWT dalam sebaik-baik bentuk.

Di samping itu manusia dibekali dengan ilmu dan akal serta kemauan, dengan demikian dia punya kapasitas sebagai khalifah Allah di muka bumi.

Tujuan diciptakannya manusia tidak lain hanyalah untuk menyembah, beribadah kepada Allah SWT, hal ini seperti Firman Allah Swt sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku (saja)” (QS. Adz-Dzaariyaat: 56).

Namun kebanyakan banyak orang yang lalai, lupa untuk apa ia diciptakan, bahkan banyak dari manusia yang lebih mementingkan dunianya, lebih mengikuti hawa nafsunya dari pada kepentingan akhiratnya.

Inni Akhafullah memiliki hikmah bahwa apa pun yang kita lakukan di dunia, akan dipertanggungjawabkan kepada Allah kelak.

Karena makna dari inni akhafullah adalah takutlah akan perhitungan Allah, sehingga rasa takut kita ini dapat membawa kita dalam melaksanakan apa yang menjadi amal sholeh dan menjauhi segala larangannya.

Saidina Ali berkata “Annasun Ni’an, Falammaa Matu Intabahu”

Artinya: Semua manusia itu tertidur, semua manusia itu terlelap, maka ketika mereka mati, disitulah mereka terbangun, disitulah mereka tersadar dari tidur lelap yang panjang.

Seseorang bisa mendapatkan pahala atau dosa sesuai dengan apa yang mereka perbuat ketika dia mukallaf. Apa arti mukallaf ?

Orang mukallaf adalah orang muslim yang dikenai kewajiban atau perintah dan menjauhi larangan agama, karena telah baligh, dewasa dan berakal serta telah mendengar seruan agama.

Ada kisah di zaman nabi yang kemudian menjadi hadits sebagai hikmah buat kita semua di zaman sekarang.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَا

Artinya : “Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:

1. Pemimpin yang adil.

2. Pemuda yang tumbuh di atas kebiasaan ibadah kepada Rabbnya.

3. Lelaki yang hatinya terpaut dengan masjid.

4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, sehingga mereka tidak bertemu dan tidak juga berpisah kecuali karena Allah.

5. Lelaki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik lalu dia berkata, ‘Inni Akhafullah’.

6. Orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.

7. Orang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sendiri hingga kedua matanya basah karena menangis.”

(HR. Al-Bukhari no. 620 dan Muslim no. 1712)

Wallahu a'lam bishawab

(Bangkapos.com/TribunSumsel.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.