Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Setelah tiga hari pencarian intensif, tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban kapal nelayan karam di kawasan Muaro Jenggalu yang berbatasan dengan Pantai Pasir Putih Bengkulu, Selasa sore (7/4/2026).
Korban atas nama Syafril (53) alias Ujang Kidik, warga Kelurahan Lempuing, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Penemuan korban kapal karam di Pantai Pasir Putih Bengkulu ini sekaligus menutup rangkaian operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur SAR.
Korban ditemukan di perairan sejauh 3,53 Nautical Mile (NM) dari lokasi perkiraan kejadian (LKP).
Berdasarkan data koordinat, posisi korban berada di titik 3°53'58.02"S dan 102°17'8.56"T.
Setelah ditemukan, jasad korban kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu tersebut langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Hari Ketiga Pencarian Nelayan Tenggelam di Pasir Putih Bengkulu, Tim Sisir hingga Pulau Tikus
Humas Basarnas Bengkulu Mega Maysilva mengatakan, proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi arus laut yang masih cukup kuat.
“Korban ditemukan mengapung tidak jauh dari jalur penyisiran tim. Setelah itu langsung kami evakuasi ke darat,” ujarnya.
Dengan ditemukannya korban kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.
Seluruh unsur SAR yang terlibat dalam pencarian pun dikembalikan ke satuan masing-masing setelah beberapa hari berjibaku di lapangan.
“Dengan telah ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah terlibat,” kata Mega.
Keberhasilan menemukan korban menjadi penutup dari upaya panjang tim gabungan yang sejak awal terus bekerja tanpa henti di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Sebelumnya, pencarian korban kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu terus dilakukan hingga hari ketiga.
Tim SAR gabungan memperluas area pencarian dengan menyisir perairan laut, garis pantai, hingga wilayah yang mengarah ke Pulau Tikus.
Sejak pagi hari, personel dari berbagai instansi telah bersiaga dan membagi tugas dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU).
Dalam operasi tersebut, tim menggunakan perahu LCR (Landing Craft Rubber) dan RBB (Rigid Buoyancy Boat) untuk menyisir laut, serta memanfaatkan drone guna memantau area yang sulit dijangkau.