Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Ratusan warga dari sejumlah kecamatan menggelar aksi demonstrasi dengan mendatangi Kantor PT Citra Ganda Utama (CGU) di Gampong Alue Kol, Kecamatan Ranto Selamat.
Mereka menuntut ganti rugi atas tanaman yang dirusak dan lahan yang diserobot oleh alat berat milik perusahaan tersebut.
Insiden bermula pada Minggu (5/4/2026), ketika alat berat PT CGU diduga melakukan penyerobotan lahan dan merusak sejumlah tanaman milik warga di kawasan Salju.
Kejadian itu memicu kemarahan masyarakat yang selama ini berkebun di kawasan tersebut.
Hingga akhirnya mendorong mereka untuk bergerak bersama menuntut pertanggungjawaban pihak perusahaan.
Keuchik Alue Kol, Ramidin menjelaskan, bahwa warga mengajukan dua tuntutan utama kepada manajemen PT CGU.
Baca juga: BREAKING NEWS - Seratusan Warga Demo ke Pemko Langsa, Terkait Bantuan Banjir Belum Mereka Terima
Setelah melalui proses mediasi, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan.
Manajemen PT CGU menyatakan, bersedia mengganti rugi tanaman sesuai Qanun Gampong yang berlaku.
"Setelah kita mediasi, massa sepakat untuk tidak berbuat anarkis,” terang Keuchik Alue Kol.
“Manajemen PT CGU juga bersedia mengganti kerugian tanaman sesuai Qanun Gampong," ujar Ramidin pada Selasa (7/4/2026).
Ramidin menambahkan, pihaknya meminta PT CGU untuk terus menghormati kesepakatan yang telah tertuang secara tertulis.
Terlebih sambil menunggu keputusan final dari Panitia Khusus (pansus) DPRK Aceh Timur terkait penetapan tapal batas yang dijadwalkan rampung pada akhir 2025 lalu.
Baca juga: Tegas! Kejari Langsa Siap Terima Laporan Korban Banjir jika Bantuannya Dicoret Gegara Demo
"Saat ini masyarakat tetap berkebun di lahan masing-masing dan PT CGU tetap beroperasi di lahan sawit," pungkas Ramidin.
Sementara itu, Serambinews.com mencoba meminta hak jawab kepada manajemen PT Citra Ganda Utama (CGU) terkait penyerobotan dan demo yang dilakukan masyarakat.