TRIBUNNEWSBOGOR.COM – Pinkan Mambo secara terang-terangan membandingkan hasil mengamen di Amerika Serikat dengan penghasilannya saat ini di Indonesia.
Penyanyi ini mengaku pendapatannya dari mengamen di luar negeri jauh lebih kecil.
Padahal, ia harus mengeluarkan tenaga berkali-kali lipat saat beraksi di jalanan Amerika.
Suaminya, Arya Khan, menyebut pengalaman di Amerika telah membentuk mental istrinya.
"Di Amerika kan dia sudah pernah ngamen di jalan kayak model begini," ujar Arya dikutip dari YouTube STARPRO Indonesia, Selasa (7/4/2026).
Pinkan membenarkan bahwa ia rutin mengamen lima jam setiap hari di sana.
"Aku udah punya bekal di Amerika, punya mental," tegas Pinkan.
Ia menceritakan betapa sulitnya mencari uang di negeri Paman Sam tersebut.
"Lima jam nyanyi cuma 100 ribu bayangin," lanjutnya lagi.
Menurutnya, penonton di Amerika sangat menuntut penampilan yang bertenaga secara fisik.
Hal itu berbeda dengan mengamen virtual melalui live TikTok yang ia lakukan sekarang.
"Kalau di Amerika itu yang nonton orang beneran, jadi aku mesti powerful," jelasnya.
Selama tiga tahun di sana, ia lebih sering mendapatkan recehan atau koin kecil.
Pendapatan tertingginya di Amerika hanya sekitar Rp5 juta dalam sehari, namun itu sangat jarang.
Kini, kondisi keuangannya berubah drastis sejak aktif mengamen sambil siaran langsung di media sosial.
Baca juga: Akhirnya Pinkan Mambo Ungkap Alasannya Rela Ngamen di Jalanan, Ada Tujuan Mulia Untuk Anak
Pinkan menyebut bisa mengantongi jutaan rupiah dengan lebih mudah.
“Bisa kadang-kadang cuma Rp 2 juta, Rp 10 juta, bisa Rp 20 juta,” katanya blak-blakan.
Bahkan, ia pernah menyentuh angka Rp30 juta hingga Rp40 juta dalam satu hari saja.
Meski begitu, aksi turun ke jalan ini diprotes keras oleh putrinya, Michelle Ashley.
Michelle merasa sedih melihat ibunya harus mengamen untuk mencari nafkah.
Pinkan mengaku sudah mencoba memberi penjelasan kepada sang buah hati.
"Nanti suatu hari anak juga bisa mengerti kita," kata Pinkan dalam YouTube Intens Investigasi.
Ia sempat mengalah dengan melakukan siaran langsung hanya dari dalam rumah.
"Kemarin aku sempat ngamen di rumah kan juga mikirin Michelle," tambahnya.
Keputusan Pinkan ini didasari oleh kondisi ekonominya yang sempat terpuruk.
Ia mengaku sulit mendapatkan pekerjaan menyanyi atau panggilan di televisi selama sepuluh tahun terakhir.
Bagi Pinkan, mengamen adalah cara paling realistis untuk tetap bertahan hidup.
"Aku tuh enggak punya hidup, aku dari sepuluh tahun yang lalu sudah bukan orang," ungkapnya emosional.
Ia bercerita terkadang merasa sangat sesak karena beban hidup yang berat.
"Kadang aku napas aja susah, duduk aja enggak bisa," imbuh pelantun lagu Kekasih yang Tak Dianggap ini.
Baca juga: Lawan Sindiran Anak Tiri Gara-gara Suruh Pinkan Mambo Ngamen, Arya Khan Sinis: Emang Gue Pikirin!
Meski menuai cibiran, kehadiran Pinkan justru membawa rezeki bagi orang lain.
Sejumlah pedagang kecil di kawasan Sepatan merasa terbantu dengan keramaian yang muncul.
Muhammad Irfan, seorang pedagang kue cubit, mengaku dagangannya menjadi lebih laris.
"Rame, yang minta foto juga rame," ujar Irfan yang sudah berjualan dua tahun di sana.
Banyak warga yang datang hanya untuk menonton aksi Pinkan secara langsung.
Sambil menonton, para pengunjung tersebut akhirnya membeli jualan para pedagang sekitar.
"Ada yang sambil lewat, ada yang lagi lapar, kan beli," pungkas Irfan.
Kini, setiap hari Rabu dan Kamis, lokasi tersebut selalu dipadati warga yang ingin melihat Pinkan Mambo.