Laporan wartawan TribunJatim.com, Aflahul Abidin
TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Para pedagang minum es dalam kemasan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan lonjakan harga kemasan plastik hingga 70 persen.
Mereka bimbang antara menaikan harga jual es atau bertahan dengan harga lama namun margin berkurang.
Mariani (40), pedagang es kelapa muda di Jalan Kepiting, Kecamatan Banyuwangi, mengatakan, harga gelas kemasan plastik yang ia beli naik dari Rp 11 ribu per slop menjadi Rp 21 ribu per slop. Hampir dua kali lipat.
"Naiknya bertahap. Awalnya ke Rp 13.500, lalu naik lagi Rp 15 ribu, sekarang sudah Rp 21 ribu," kata Mariani.
Itu belum termasuk kantong plastik kresek yang juga naik harga. Setiap ada pembeli es yang membungkus, Mariani selalu menyertainya dengan kantong kresek. Harga kantong kresek naik Rp 6.300 menjadi Rp 9.700 per pack.
Kenaikan harga kemasan plasik itu membebani bagi para perdagang seperti Mariani. Sebab, sebagian besar pembeli memilih untuk membungkus es kelapa muda.
Baca juga: Harga Plastik dan Thinwall di Sumenep Meroket, Pedagang Bingung Stok Mulai Langka
Hanya sedikit dari pembeli yang meminum di tempat. Untuk mereka yang minum di tempat, Mariani menyediakan wadah gelas kaca.
Dengan harga kemasan plastik saat ini, Mariani memilih untuk mempertahankan harga jual. Ia menjual es kelapa muda Rp 5 ribu per gelas.
"Kalau mau naikin harga, khawatir pelanggannya pergi," sambungnya.
Namun apabila harga kemasan plastik terus melambung, mau tak mau ia akan menaikan harga jual.
"Tapi mudah-mudahan jangan naik terus. Kami sih berharapnya harganya bisa turun seperti kemarin," lanjut dia.
Beda cerita dengan Lucky, pemilik kedai es teh hijau dalam kemasan di Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi. Sejak harga gelas kemasan plastik melonjak, ia memilih untuk menaikkan harga agar tetap bisa untung.
"Naik dari Rp 3 ribu, sekarang jadi Rp 3.500 per gelas," katanya.