TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Pangan Daerah membentuk Tim Penyusun Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Tahun 2026, Senin (6/4/2026) di Kantor Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penyusunan peta ketahanan dan kerentanan pangan sekaligus memberikan pemahaman kepada instansi penyedia data.
FSVA 2026 menggunakan metode baru dengan 12 indikator utama yang mencakup tiga pilar ketahanan pangan, yaitu ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan.
Baca juga: 2 Motor Adu Banteng di Luyo Polman, Korban Luka Parah
Baca juga: Kanwil Kemenkum Sulbar Perkuat Kesiapan Remedial UDIN dan UPKP 2026
Rapat dibuka oleh Sekretaris Dinas Pangan Daerah, Agus, mewakili Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Barat, Suyuti Marzuki.
Turut hadir perwakilan dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan, serta Badan Pusat Statistik.
Suyuti Marzuki dalam sambutan tertulis yang dibacakan Agus menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai pilar pembangunan daerah.
FSVA disebutnya menjadi instrumen strategis untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran, berbasis data akurat dan terintegrasi.
“Dengan terbentuknya tim ini, kami berharap koordinasi lintas sektor semakin kuat dan FSVA 2026 dapat menghasilkan peta ketahanan serta kerentanan pangan yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan di Sulawesi Barat,” ujar Agus membacakan sambutan.(*)
(*)