Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun, Pekerja Swasta dan Seni di Yogyakarta Lega
Muhammad Fatoni April 07, 2026 05:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kabar kepastian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang tidak akan naik hingga akhir tahun 2026 disambut positif oleh warga Yogyakarta.

Di tengah tekanan biaya hidup dan fluktuasi harga global, kebijakan ini dinilai memberi ruang bernapas bagi masyarakat, khususnya para pekerja dengan mobilitas tinggi.

Seorang karyawan swasta di Yogyakarta, Serly Putri, mengaku lega dengan kepastian tersebut.

Menurutnya, BBM memiliki dampak besar terhadap pengeluaran harian, mulai dari biaya transportasi hingga harga kebutuhan pokok.

“Sebagai wanita pekerja di Jogja, tentu kabar ini cukup melegakan. BBM itu berpengaruh besar ke biaya hidup sehari-hari, dari transportasi sampai kebutuhan pokok yang ikut naik,” ujarnya pada Tribun Jogja, Selasa (7/4/2026).

Dengan tidak adanya kenaikan harga hingga akhir tahun, Serly merasa lebih tenang dalam mengatur keuangan.

Ia juga bisa lebih leluasa merencanakan pengeluaran, terutama dengan aktivitas harian yang menuntut mobilitas tinggi.

“Setidaknya sekarang bisa sedikit lebih tenang dalam mengatur keuangan. Ini sangat membantu, apalagi untuk yang aktivitasnya padat setiap hari,” tambah pekerja yang indekost di daerah Condongcatur, Sleman itu.

Meski demikian, ia berharap stabilitas tidak hanya terjadi pada BBM, tetapi juga pada harga kebutuhan lainnya agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Baca juga: Fluktuasi Harga BBM Penyumbang Utama Inflasi DIY Pasca Momen Ramadan dan Idulfitri 1447 H

Senada, pekerja seni Agung Nugroho juga menyambut baik kebijakan pemerintah tersebut. 

Ia menilai kepastian ini penting di tengah maraknya isu kenaikan harga BBM yang sempat beredar.

“Tentu ini kabar baik di tengah isu-isu harga BBM akan naik. Penjelasan pemerintah jadi semacam jaminan bagi masyarakat, terutama pekerja lepas seperti saya,” ungkapnya.

Agung berharap kondisi harga minyak dunia tetap stabil agar kebijakan ini dapat terus dipertahankan dan berdampak positif bagi perekonomian nasional.

Kepastian Pemerintah

Sebelumnya, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026, meskipun tekanan harga minyak dunia masih cukup tinggi.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa kebijakan subsidi tetap dipertahankan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat.

“Subsidi BBM tidak akan dihilangkan, akan terus diadakan sampai akhir tahun,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Pemerintah juga telah melakukan berbagai simulasi fiskal dengan asumsi harga minyak dunia mencapai 100 dolar AS per barel.

Dari hasil perhitungan tersebut, defisit anggaran negara dipastikan tetap terjaga di kisaran 2,9 persen melalui berbagai langkah efisiensi dan penghematan anggaran.

Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan stabilitas ekonomi, sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah ketidakpastian global. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.