Jalur Wih Porak di Bener Meriah Kerap Lumpuh, Salwani Desak Perbaikan Jalan Utama Enang-enang
Rizwan April 07, 2026 05:54 PM

Laporan Wartawan Tribungayo.com Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Arus lalu lintas di ruas jalan nasional Bireuen–Takengon, tepatnya di Kampung Wih Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, akhirnya kembali normal pada Selasa (7/4/2026). 

Meski kendaraan sudah mulai mengalir, kondisi ini dinilai hanya solusi sementara yang menyimpan "bom waktu" bagi mobilitas masyarakat di dataran tinggi Gayo.

Sebelumnya, akses transportasi vital ini sempat lumpuh total pada Senin (6/4/2026) sore.

Luapan Sungai Wih Porak yang mengganas sekitar pukul 16.30 WIB tidak hanya menggenangi area, tetapi juga menggerus badan jalan.

Akibatnya, antrean kendaraan tak terelakkan dan memutus nadi ekonomi antar-kabupaten selama berjam-jam.

Saat ini, masyarakat terpaksa bergantung pada jalur alternatif Wih Porak lantaran lintasan utama nasional di kawasan Enang-Enang belum kunjung dipulihkan sejak dihantam bencana pada akhir November 2025 lalu. 

Namun, ketergantungan ini sangat berisiko jika hujan kembali mengguyur dengan intensitas tinggi, jalur Wih Porak dipastikan akan kembali tergenang dan lumpuh.

Kondisi ini memicu reaksi keras dari parlemen. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Salwani mendesak pemerintah melalui instansi terkait untuk segera memprioritaskan perbaikan permanen pada jalur utama Enang-Enang.

​"Kita tidak bisa terus-menerus membiarkan kondisi ini, maka perbaikan jalur utama Enang-Enang adalah harga mati agar konektivitas wilayah tengah Aceh tidak lumpuh setiap kali hujan turun," kata Salwani kepada TribunGayo.com, Selasa (7/4/2026).

Membantu jangka pendek

Menurut Salwani, penanganan darurat di Wih Porak memang membantu untuk jangka pendek.

Namun pemulihan total jalur Enang-Enang adalah solusi jangka panjang yang tidak bisa ditunda lagi demi keselamatan pengguna jalan dan stabilitas ekonomi daerah.

​"Intinya, perbaikan jalan Enang-Enang bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan keamanan infrastruktur dan keberlangsungan hidup masyarakat," tambahnya.

​Selain itu, Salwani juga mendesak pemerintah untuk segera membenahi akses jalan di segala lini menuju wilayah tengah Aceh. 

Ia menyoroti bahwa di sepanjang jalur nasional, tidak hanya kawasan Enang-Enang yang bermasalah, tetapi banyak titik lain yang terpantau nyaris amblas. 

Bahkan, pengendara masih harus melewati dua jembatan darurat (Bailey).

​Kondisi serupa juga terlihat di jalur lintas KKA. 

"Di jalur KKA banyak titik jalan juga yang masih rusak dan memiliki tanjakan curam, sehingga menuntut kewaspadaan ekstra dari para pengguna jalan yang melintas, maka kita harap perbaikan untuk jalur menuju wilayah tengah untuk segera dilakukan demi kenyamanan bersama," pungkasnya.(*)

Baca juga: Hari Ini, Akses Lalu Lintas Bireuen-Takengon Kembali Lancar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.