Kronologi Aksi Brutal Sejumlah Pemuda di Coffee Pourvis Ambon: Berawal Cari Nama Jovan
Fandi Wattimena April 07, 2026 06:45 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sejumlah pemuda mengamuk membabi buta di Coffee Pourvis, Jalan Pinang Putih Puncak, Kelurahan Hative Kecil, Kota Ambon, Rabu (1/4/2026) lalu.

Menurut Owner Coffee Pourvis, Farhan Attamimy, peristiwa itu terjadi pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 03.14 dini hari WIT.

Saat itu, dirinya tengah berada di rumah lantaran kafe sudah tutup dan hanya tersisa karyawan dan beberapa pelanggan yang masih menyelesaikan pekerjaan di kafe.

“Posisi saya saat itu sudah istirahat di rumah karena kafe juga sudah tutup jam 12 malam, waktu itu karyawan langsung datang ke rumah untuk kasih tahu bahwa ada penyerangan di kafe,” tutur Farhan saat ditemui TribunAmbon.com di Coffee Pourvis, Selasa (7/4/2026).

Kata dia, penjelasan karyawan bahwa mulanya ada sekitar tiga orang pemuda yang datang, dan salah satunya tampak dipengaruhi minuman keras.

Mereka lalu menanyakan nama Jovan beberapa kali sambil berteriak.

Baca juga: Aksi Brutal! Sejumlah Pemuda Ngamuk di Coffee Pourvis Ambon

Baca juga: Curhatan Haji Hartini: Bukan Pemilik Sianida Tapi Diperas Polisi, Terpaksa Bayar Agar Uang Diganti

Saat dijawab bahwa nama Jovan tidak ada disitu, mereka lalu memanggil sejumlah pemuda lainnya yang sudah menunggu di luar.

Mereka lalu masuk dan menjalankan aksi brutal itu dengan memukul orang yang ada disitu secara membabi buta serta merusak fasilitas kafe yang ada seperti meja dan kursi.

“Waktu itu masih ada pelanggan yang kerja tapi langsung di pukul juga, bahkan mereka ada juga yang membawa senjata tajam makanya yang disini tidak ada perlawanan,” jelas Attamimy.

Atas kejadian itu, keesokan harinya mereka langsung ke Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease untuk pengaduan.

Mengingat, salah satu dari pelaku itu adalah anak dari kerabat sang owner.

“Makanya kami bikin pengaduan supaya panggil mereka minta keterangan supaya buat pernyataan. Lalu mereka dibuat surat panggilan dan diantar langsung ke rumahnya di Batu Merah tapi sampai dengan waktu yang ditentukan tidak ada satu pelaku pun yang hadir,” terangnya.

“Lalu hari Seninnya saya lapor resmi ke Polres bersama salah satu karyawan saya yang jadi korban penganiayaan, disitu kami langsung diminta keterangan,” imbuh Attamimy.

Dia berharap, agar pihak kepolisian segera memanggil para pelaku untuk mengusut tuntas kasus ini agar tidak ada lagi kejadian serupa.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.