TRIBUNSUMSEL.COM - Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia merayakan Hari Kartini untuk menghormati perjuangan seorang pahlawan nasional, Raden Ajeng Kartini.
Memperingati Hari Kartini, anak-anak yang sedang belajar di Taman Kanak-kanak dan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bisa diajak mengikuti beragam kegiatan yang mengenal dan mengenang jasa Ibu Kita Kartini dan belajar teladan yang ditinggalkan.
Lomba fashion show adalah cara menyenangkan untuk mengenalkan budaya berpakaian tradisional kepada anak-anak. Mereka bisa mengenakan kebaya mini atau pakaian adat lainnya dan berjalan di atas panggung dengan percaya diri.
Kegiatan ini mendorong anak untuk tampil berani, mengenal budaya Indonesia, serta belajar menghargai warisan leluhur. Fashion show bisa dikemas ceria dan ringan agar tidak membuat anak merasa tertekan.
Aktivitas mewarnai adalah kegiatan favorit anak-anak usia dini karena mampu melatih koordinasi mata dan tangan mereka. Lomba ini menggunakan gambar Kartini atau simbol perjuangannya seperti buku, bunga, dan kebaya.
Dengan menggunakan krayon atau pensil warna, anak-anak bisa mengekspresikan imajinasi mereka sekaligus mengenal tokoh Kartini secara visual. Kegiatan ini juga cocok dilakukan di kelas secara bersama-sama.
Dalam lomba ini, guru atau panitia menampilkan gambar-gambar sederhana yang berhubungan dengan Kartini, lalu anak-anak menebaknya secara berkelompok. Bisa berupa gambar bunga, buku, atau pakaian tradisional.
Lomba ini tidak hanya seru tetapi juga edukatif karena mengajarkan anak untuk mengenali simbol-simbol Hari Kartini. Selain itu, dapat melatih daya ingat dan kecepatan berpikir anak dalam suasana yang menyenangkan.
Anak-anak TK dan PAUD sangat senang menyanyi, dan lagu “Ibu Kita Kartini” bisa menjadi pilihan tepat untuk lomba Hari Kartini. Anak dapat menyanyikan lagu secara solo atau berkelompok.
Lewat lagu tersebut, anak-anak bisa mengenal Kartini sebagai sosok yang dikagumi dan dihormati. Suasana lomba juga bisa dibuat santai agar anak tidak canggung dan tetap berani tampil.
Anak-anak dapat memerankan Kartini atau tokoh perempuan lainnya dalam drama pendek yang dikemas lucu dan sederhana. Kostum bisa dibuat dari bahan seadanya agar mudah dan hemat biaya.
Selain mengasah keberanian tampil di depan umum, lomba ini melatih kemampuan bercerita dan ekspresi anak. Mereka juga belajar memahami peran positif perempuan dalam kehidupan sehari-hari.
Lomba ini menggabungkan permainan keseimbangan dan unsur budaya. Anak-anak berjalan pelan mengikuti garis di lantai sambil mengenakan kebaya atau kain adat sederhana.
Permainan ini aman dan menyenangkan, cocok untuk melatih konsentrasi dan koordinasi tubuh anak. Bonusnya, anak-anak juga belajar mencintai pakaian tradisional sejak usia dini.
Anak-anak dapat melukis motif bunga, Kartini, atau simbol perempuan di atas payung putih polos menggunakan cat warna. Kegiatan ini sangat menarik karena menggabungkan seni, kreativitas, dan nilai budaya.
Lukisan hasil anak bisa dijadikan pajangan di kelas atau dikembalikan ke rumah sebagai kenang-kenangan. Aktivitas ini memperkenalkan Kartini secara kreatif dan mendorong ekspresi seni.
Lomba ini mengajarkan anak cara menyapa dengan sopan, seperti “Selamat pagi, Bu Guru” atau "Terima kasih, teman." Anak akan dinilai dari keberanian, intonasi, dan ekspresi wajahnya.
Tujuan utama lomba ini adalah menanamkan nilai-nilai etika dan sopan santun, yang juga sejalan dengan semangat Kartini dalam pendidikan karakter anak.
Kegiatan ini bisa melibatkan anak dan orang tua untuk merangkai bunga bersama sebagai bentuk penghormatan kepada Kartini. Bunga bisa ditata dalam vas kecil dari bahan daur ulang.
Selain mempererat ikatan anak dan orang tua, kegiatan ini juga mengasah keterampilan seni dan kesabaran. Hasilnya dapat dipajang sebagai hiasan bertema Kartini di ruang kelas.
Dalam lomba ini, anak dan orang tua diajak memasak menu tradisional sederhana seperti kue basah atau jajanan pasar. Kegiatan ini menumbuhkan rasa cinta terhadap kuliner lokal.
Selain menyenangkan, lomba ini juga menanamkan nilai kerja sama dan saling bantu antara anak dan orang tua. Acara ini bisa ditutup dengan sesi makan bersama hasil masakan masing-masing tim.
Baca juga: 10 Ide Kegiatan Hari Kartini 2026 Untuk Anak SD, Menyenangkan dan Edukatif
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com