Tribunlampung.co.id, Jakarta - Kisaran harga motor listrik yang akan dibagikan kepada Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi sorotan.
Sebelumnya dikabarkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana akan membagikan 25.000 unit sepeda motor listrik untuk para kepala dapur MBG tersebut.
Adapun motor listrik yang akan digunakan oleh MBG diduga Emmo JVX GT dan Emmo JVH Max.
Sementara untuk harganya, Emmo JVH Max dipatok Rp 48,8 juta, sedangkan Emmo JVX GT mencapai Rp 56,8 jutaan per unit.
"Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," kata Dadan dalam keterangan pers, dikutip dari Kompas, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Siswa SMKN Geger Tiba-tiba Tikus Loncat dari Boks Ompreng MBG, Videonya Viral
Kendati demikian, Dadan menegaskan bahwa sepeda motor tersebut belum didistribusikan kepada setiap kepala SPPG di seluruh Indonesia.
Sesuai aturan, kendaraan yang dibeli menggunakan anggaran itu harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.
"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," ujar dia.
Dadan menuturkan, proses realisasi pengadaan motor itu dilakukan secara bertahap dimulai pada Desember 2025.
"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan.
Ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa pengadaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kelancaran pelaksanaan MBG di seluruh Indonesia.
Beredar video viral yang menampilkan mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Hendrik Irawan, berjoget sambil pamer penghasilan Rp6 juta per hari.
Dalam video tersebut, Hendrik tampak asyik berjoget di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sontak ia menjadi bulan-bulanan warganet di sosial media.
Menanggapi hal tersebut, Hendrik menyebut bahwa video tersebut dibuat dalam suasana santai saat tidak ada aktivitas kerja di dapur SPPG. Selain itu, tidak berkaitan dengan pendapatan dari program MBG seperti yang ramai dinarasikan di media sosial.
Ia menduga, ada pihak yang menggabungkan video dengan narasi berbeda sehingga menimbulkan kesalahpahaman di publik.
“Video itu sebenarnya tidak ada kaitannya dengan soal pendapatan. Ada pihak yang menggabungkan narasi berbeda sehingga seolah-olah berhubungan,” kata Hendrik saat dikonfirmasi Kompas, Jumat (27/3/2026).
Selain itu, video tersebut juga merupakan rekaman sekitar 5 bulan lalu yang kembali beredar dan kemudian viral di media sosial.
Menurut Hendrik, dirinya sempat terpancing emosi dan melaporkan akun penyebar video ke pihak kepolisian. Namun, laporan tersebut akhirnya tidak dilanjutkan setelah dipertimbangkan kembali.
“Laporannya tidak diteruskan. Saya juga kaget karena itu video lama, sekitar lima bulan lalu, tapi tiba-tiba viral,” jelas Hendrik.
Hendrik juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi, termasuk kepada Presiden Prabowo Subianto.
Hendrik mengakui konten yang dibuatnya telah menimbulkan polemik di ruang publik.
“Saya mohon maaf kepada netizen. Silakan jika ada yang kecewa atau marah, saya memahami. Ini jadi pelajaran bagi saya,” ucapnya.
Sebelumnya, polemik video tersebut membuat Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dapur SPPG di Pangauban, Kecamatan Batujajar, yang dikelola Hendrik Irawan.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Regional Bandung, Ramzi mengatakan, aksi joget dengan latar dapur MBG dan narasi penghasilan Rp 6 juta per hari dinilai melanggar asas kepatutan di tengah kondisi ekonomi masyarakat.
“Terkait aksi yang bersangkutan, ini sebenarnya lebih ke persoalan personal yang bersangkutan, soal moral personal,” ujar Ramzi saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2026).
Ramzi menyampaikan, pihaknya sebelumnya telah mengingatkan agar mitra MBG menjaga etika sosial dan peka terhadap kondisi masyarakat, termasuk terkait konten yang diunggah di media sosial.
“Kami sebelumnya sudah sempat mengingatkan ke yang bersangkutan karena memang sebelumnya ada banyak postingan (joget-joget),” ucap Ramzi.