Sosok Jenderal Polisi Dua Bintang asal Bugis Paling Ditakuti di Kepolisian
Nurhadi Hasbi April 07, 2026 08:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM - Salah satu jenderal polisi asal bugis yang paling ditakuti di kepolisian yakni Irjen Pol Abdul Karim.

Jenderal polisi lulusan Akpol 1995 ini, pernah menjabat sebagai kepala kepolisian daerah (Kapolda).

Salah satu Polda yang pernah dipimpin yakni Polda Banten.

Irjen Pol Abdul Karim menjabat Kapolda Banten pada tahun 2023 hingga 2024.

Setelah itu, ia menjabat sebagai Kapada Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.

Baca juga: Profil Kaster TNI, Jenderal Tiga Bintang Peraih Adhi Makayasa 1993, Ini Tugas Utamanya

Baca juga: Profil Mojtaba Khamenei, Putra Ali Khamenei yang Jadi Pemimpin Tertinggi Baru Iran

Jabatan yang pernah diduduk Ferdi Sambo, jenderal asal Toraja yang terjerat kasus pembunuhan anggota Polri.

Kadiv Propam Polri memiliki peran strategis dalam menjaga kedisiplinan dan profesionalisme anggota kepolisian.

Divisi Propam merupakan unsur pengawas internal Polri yang berada langsung di bawah Kapolri.

Tugas utamanya adalah memastikan seluruh anggota Polri bekerja sesuai aturan, kode etik, dan ketentuan hukum yang berlaku.

Kadiv Propam bertanggung jawab dalam pembinaan profesi anggota Polri.

Hal ini mencakup penguatan integritas, etika, serta standar perilaku dalam menjalankan tugas.

Selain itu, Divisi Propam juga memiliki kewenangan menegakkan disiplin dan kode etik.

Setiap pelanggaran anggota akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

Tidak hanya itu, fungsi pengamanan internal atau Paminal juga menjadi bagian penting.

Fungsi ini bertujuan mencegah dan mendeteksi potensi penyimpangan di lingkungan Polri.

Divisi Propam juga menangani pengaduan masyarakat.

Laporan terkait dugaan pelanggaran oleh anggota akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan penyelidikan internal.

Dalam proses tersebut, Propam dapat melakukan klarifikasi, audit, hingga sidang etik.

Pengawasan terhadap pelaksanaan tugas anggota di lapangan juga menjadi fokus utama.

Tujuannya agar setiap personel menjalankan tugas secara profesional dan tidak menyimpang.

Melalui fungsi tersebut, Kadiv Propam berperan menjaga marwah institusi Polri.

Penegakan aturan yang tegas dan transparan diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap kepolisian.

Posisi strategis tersebut diembannya sejak Juni 2024.

Abdul Karim menggantikan Irjen Syahar Diantono.

Mutasi ini tertuang dalam surat telegram Kapolri Nomor ST/1236/VI/KEP./2024 tertanggal 25 Juni 2024.

Sebagai Kadiv Propam, Abdul Karim memegang peran penting dalam menjaga marwah institusi.

Divisi ini menjadi garda terdepan dalam pengawasan internal Polri.

Termasuk penegakan disiplin, kode etik, serta penanganan aduan masyarakat.

Kinerja Abdul Karim pun mendapat perhatian dari berbagai kalangan.

Salah satunya dari Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 1998, Willy Prakarsa.

Ia menilai Abdul Karim sebagai sosok yang bekerja tanpa banyak sorotan.

Namun tegas dalam mengambil tindakan.

“Beliau jauh dari sorotan, tapi langkahnya tegas dan terukur dalam menindak pelanggaran,” ujar Willy.

Menurutnya, Abdul Karim tidak pandang bulu dalam menegakkan aturan.

Setiap pelanggaran yang mencoreng institusi ditindak secara konsisten.

Sikapnya yang low profile juga dinilai menjadi kekuatan tersendiri.

Ia tidak dikenal sebagai sosok yang haus jabatan.

Justru hal itu membuatnya dinilai bekerja lebih objektif dan profesional.

“Beliau bekerja sesuai prosedur dan loyal terhadap pimpinan,” tambahnya.

Sebagai putra Bugis, Abdul Karim dinilai membawa karakter tegas, berprinsip, dan menjunjung tinggi integritas.

Gaya kepemimpinannya cenderung tenang, namun kuat dalam penegakan aturan.

Kini, di posisi Kadiv Propam, ia berada di garis depan menjaga kepercayaan publik terhadap Polri.

Langkah-langkahnya dalam menertibkan internal menjadi sorotan penting.

Terutama di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas institusi.

Profil Irjen Abdul Karim

Nama lengkapnya Irjen. Pol. Abdul Karim.

Irjen Abdul Karim lahir di Surabaya, Jawa Timur, 28 Februari 1974.

Lulusan Akpol 1995 (Patriatama) ini berpengalaman dalam bidang reserse.

Perwira tinggi Polri menjabat sebagai Kepala Divisi Propam Polri sejak 26 Juni 2024.

Sebelumnya, Jenderal Bintang 2 ini menjabat Kapolda Banten.

Irjen Abdul Karim berdarah Bugis.

Ayahnya, Haji Faried Gaffar, berasal dari Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan (Sulsel).

Haji Faried Gaffar seorang pengusaha.

Dulunya Haji Faried Gaffar punya hotel di Kabupaten Sinjai.

Nama hotelnya Hotel AKA, dulu berlokasi di depan Masjid Agung Nujumul Ittihad Sinjai.

 Selain itu Haji Faried Gaffar pernah menekuni bisnis properti di Kabupaten Sinjai.

Ia membangun Perumahan AKA di Jalan A.M. Saleh, Kecamatan Sinjai Utara.

Selain di Sinjai, Haji Farid Gaffar juga tercatat sebagai pengusaha yang disegani di Surabaya.

Haji Faried juga mantan Ketua Pemuda Pancasila, Jawa Timur.

Irjen Abdul Karim memiliki adik perwira menengah di TNI Angkatan Udara.

Sementara kakaknya yang bernama Aisha Faried Gaffar, saat ini menjabat sebagai Ketua DPW Srikandi Pemuda Pancasila, Jawa Timur.

Riwayat Pendidikan Irjen Abdul Karim

Akabri Kepolisian (1995)

PTIK (2002)

Selapa Polri (2006)

Sespimmen Polri Dikreg 50 (2010)

Sesko TNI Dikreg XLVIII (2021)

Riwayat Jabatan Irjen Abdul Karim

Kaur Bag Bangdik Ro Bangpers SDE SDM Polri

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat

Kasubbid Sunluhkum Bidkum Polda Metro Jaya (2012)

Kabagbinopsnal Ditreskrimum Polda Metro Jaya

Kapolres Kutai Kartanegara[3] (2013-2014)

Kanit II Bagresmob Robinops Bareskrim Polri (2014-2017)

Dirreskrimsus Polda Banten (2017-2019)

Kapolres Metro Tangerang Kota (2019)

Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri[4] (2019)

Wadirtipidkor Bareskrim Polri (2020)

Wadirtipidter Bareskrim Polri[5] (2021)

Karokorwas PPNS Bareskrim Polri (2021-2023)

Kapolda Banten (2023-2024)

Kadiv Propam Polri (2024-Sekarang.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.