Benda Mirip Torpedo di Gili Trawangan Teridentifikasi sebagai Alat Observasi Laut
Wahyu Widiyantoro April 07, 2026 07:20 PM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Sebuah benda logam berbentuk tabung diduga menyerupai torpedo kini telah diamankan di Markas Komando (Mako) Lanal Mataram.

Berdasarkan penelusuran TribunLombok.com, benda tersebut dievakuasi dari perairan Gili Trawangan, Lombok Utara, Senin (6/4/2026). 

Benda ini kini ditempatkan di area khusus yang dipasangi garis polisi militer.

Perwira Lanal Mataram mengungkap pengamanan benda ini sangat krusial, utamanya dilakukan agar tidak mengganggu jalur navigasi pelayaran.

Selain itu, pemasangan garis polisi militer dilakukan karena kandungan di dalam benda tersebut masih belum diketahui secara pasti. 

Baca juga: Benda Asing Mirip Torpedo di Perairan Gili Trawangan, Awalnya Dikira Pelampung

“Biar enggak ada yang (mendekat) karena kita kan enggak tahu itu kandungan di dalamnya itu apa,” ucap perwira Lanal Mataram saat ditemui TribunLombok.com.

Alat Observasi Laut

Pemeriksaan awal yang dilakukan oleh Lanal Mataram mengindikasikan bahwa benda tersebut kemungkinan besar adalah alat observasi laut. 

Hal ini terlihat dari instrumen-instrumen yang terpasang pada alat tersebut. 

Meski terdapat tulisan berbahasa asing pada komponennya, pihak Lanal Mataram belum bisa memastikan apakah alat ini buatan perusahaan asing atau dalam negeri. 

Selain itu, hingga saat ini, belum ada pihak yang mengeklaim kepemilikan atau memberikan komplain terkait temuan tersebut. 

Mengenai asal-usulnya, pihak Lanal Mataram menyebutkan berbagai kemungkinan karena letak geografis wilayah temuan. 

“Kalau asal barang itu dari mana kita masih belum bisa memastikan. Bisa juga dia lepas dari Australia, bisa jadi utara, semua bisa,” jelasnya. 

Langkah selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan mendalam oleh pihak yang kompeten, yaitu Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbangal) atau Pusat Oseanografi Angkatan Laut (Pusidrosal) yang berbasis di Surabaya dan Jakarta. 

Saat ini, pihak Lanal sedang memproses administrasi surat-menyurat untuk mendatangkan tim ahli tersebut.

Mengingat bobot benda tersebut yang sangat berat, diperkirakan pemindahannya akan memerlukan bantuan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI).

“Kalau sudah ada respons dari pimpinan, mungkin dikirim KRI ke sini karena berat,” pungkasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.