TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM - Pemkab Deli Serdang akhirnya membatalkan rencana untuk memindahkan pedagang daging babi di Pasar Delimas ke Jln Patimura Lubuk Pakam. Langkah ini diambil agar tidak terjadi polemik berkepanjangan. Hal ini lantaran sudah ada masyarakat yang tinggal dan membuka usaha di Jalan Patimura yang melakukan protes.
"Iya sudah kita pending. Itukan masih sosialisasi kalau sosialisasi saja ada yang keberatan kita pending sajalah," kata Kadis Perindustrian dan Perdagangan Deli Serdang, Hesron Girsang, Selasa (7/4/2026).
Hesron membenarkan surat keberatan dari warga setempat sudah ia terima. Disebut kesimpulan dari surat keberatan itu warga tidak mau kalau di Jln Patimura ada lokasi tempat jual daging babi. Untuk alat berat di lokasi lahan kosong yang mau dijadikan tempat jualan daging babi juga sudah ditarik.
"Alat berat sudah nggak ada lagi karena sudah kita batalkan. Begitu kalian bilang kemarin ada yang keberatan ya kita pending. Ngapain kita cari masalah," kata Hesron.
Untuk saat ini pihaknya belum tau dimana selanjutnya akan ditempatkan pedagang penjual daging babi. Disebut kedepannya akan mereka cari tempat yang betul-betul tepat dan tidak menjadi polemik.
Anggota DPRD Deli Serdang, Indra Silaban meminta agar Pemkab bisa menjadi tempat terbaik buat pedagang. Jangan sampai tempat yang baru dipilih dan menjadi polemik. " Cari tempat khusus, dimana mayoritas mereka disitulah dibuat," kata Indra Silaban.
Sebelumnya masyarakat muslim yang ada di Jln Patimura mengaku sangat keberatan kalau pedagang daging babi dari pasar Delimas yang sudah ditutup dipindahkan ke kawasan mereka. Walaupun tempatnya hanya sementara namun dianggap tempat yang dipilih tidak tepat. Selain sangat dekat dengan pemukiman muslim juga terdapat tempat usaha kuliner halal.
"Di depan rumahku pula mau dibuat. Kok bisa pula dari sekian banyak tempat dipilih depan rumahku. Tanah kosong mau dibuat orang itu dan sekarang sudah mulai turun alat berat. Sampai kapan pun ya kami nggak setuju macam nggak ada tempat lain saja," kata Boy salah satu warga beberapa waktu lalu.
(dra/tribun-medan.com)