SRIPOKU.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberi ultimatum bakal menghancurkan fasilitas listrik Iran jika Selat Hormuz tak kunjung dibuka.
Ancaman sang presiden diucapkan pada Minggu (5/4/2026) dan batas waktu yang ia berikan adalah Selasa (7/4/2026).
Artinya, ancaman Trump dalam beberapa jam kemudian sduah mendekati batas akhir.
Entah ada kaitan atau tidak, situasi di Iran mencekam jelang berakhirnya batas waktu yang diberikan Trump.
Baca juga: Nasib Kapal Tanker Indonesia yang Tertahan di Selat Hormuz, Iran Blak-blakan: Musuh Tak Diizinkan
Mengutip Aljazeera.com, serangan udara Amerika Serikat dan Israel telah memborbardir wilayah Iran Utara.
Sejumlah video memperlihatkan kehancuran di kawasan Pardis.
Menurut militer Israel, serangan ini mereka lancarkan pada 7 April 2026 waktu setempat.
Artinya, hanya beberapa jam sebelum batas akhir ancaman Trump yang jatuh pada pukul 20.00 waktu setempat.
Namun, Iran tak diam saja.
Masih mengutip sumber yang sama, Iran melancarkan serangan rudal ke wilayah Tel Aviv, Israel.
Sejumlah video memperlihatkan serangan itu merusak sebuah mobil hingga terbalik.
Saat itu, mobil ini tengah berada di kawasan Ramat Hasharon yang merupakan bagian dari distrik Tel Aviv.
Sebelumnya, mengutip axios.com, Trump mengancam akan menyerang fasilitas listrik milik Iran.
Baca juga: Trump Ancam Iran Jadi Neraka Jika tak Buka Selat Hormuz, Markas Pusat Khatam al-Anbiya : Dia Gugup
"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semua terbungkus dalam satu, di Iran," kata Trump di akun media sosial.
Ia melanjutkan, bakal menjadikan Iran tak ubahnya seperti neraka.
"Anda akan tinggal di neraka," tulis Trump jika Selat Hormuz tak kunjung dibuka.