AS Digoyang Gelombang Demo 'No Kings', Donald Trump Disebut Mulai Ditinggalkan Pendukungnya
Hasiolan Eko P Gultom April 07, 2026 07:33 PM

AS Digoyang Gelombang Demo 'No Kings', Donald Trump Disebut Mulai Ditinggalkan Pendukungnya

Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Imam Besar Islamic Center of New York, Imam Shamsi Ali membeberkan situasi terkini di Amerika Serikat menyusul pecahnya gelombang unjuk rasa besar-besaran bertajuk ‘No Kings’.

Menurut Shamsi Ali, aksi yang diperkirakan melibatkan lebih dari 7 juta orang ini dipicu oleh kebijakan Presiden Donald Trump yang dinilai otoriter dan memerintah bak tiran.

Baca juga: Tegang di Situation Room Gedung Putih Bikin Trump Kena Stroke? Muka Presiden AS Pernah Menyon

Hal itu diungkapkan Imam Shamsi Ali saat wawancara khusus dengan Tribunnews dalam program On Focus, Selasa (7/4/2026).

"Donald Trump ini dianggap agak tirani dan diktator di dalam kepemimpinan. Ia tidak mampu mendengarkan masukan, dan kritikan dianggap sebagai ancaman bagi kekuasaannya," kata Imam Shamsi Ali.

Ia menjelaskan, setidaknya ada tiga tuntutan utama yang disuarakan rakyat Amerika saat ini. 

Pertama, mendesak pemakzulan (impeachment) terhadap Donald Trump karena dianggap melanggar konstitusi.

Kedua, pencabutan kebijakan imigrasi yang dianggap tidak manusiawi, dan ketiga adalah penghentian keterlibatan Amerika dalam perang melawan Iran yang dinilai tidak berdasar.

Shamsi Ali juga menyebut bahwa kebijakan Trump mulai memicu kekecewaan di internal pendukungnya sendiri.

"Masyarakat Amerika sudah mulai banyak yang muak. Bahkan beberapa pendukung utamanya sendiri sebagian sudah mulai berbalik arah," katanya.

 

 

 

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.