Israel Mengebom Jembatan Kereta Api di Kashan Iran, Dua Orang Tewas
Ansari Hasyim April 07, 2026 08:03 PM

Layanan kereta api ditangguhkan di Masyhad Iran menyusul ancaman Israel.

Baca juga: Iran Lipatkan Gandakan Serangan Rudal Fateh dan Kheibar Shekan Pakai Peluncur Ganda

Media Iran melaporkan bahwa gubernur Masyhad telah mengumumkan penangguhan segera semua layanan kereta api yang berangkat dari stasiun kereta api pusat kota.

Hal ini terjadi setelah Israel mengeluarkan peringatan bagi warga sipil Iran untuk menghindari jalur kereta api.

Sebelumnya Militer Israel mengeluarkan peringatan kepada warga Iran agar tidak menggunakan kereta api maupun mendekati jalur rel.

Pernyataan ini mengindikasikan rencana Israel untuk menyerang infrastruktur sipil Iran, menjelang berakhirnya batas waktu yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pembukaan Selat Hormuz.

“Demi keselamatan Anda, kami dengan hormat meminta agar mulai saat ini hingga pukul 21.00 waktu Iran [17.30 GMT], Anda tidak menggunakan dan tidak bepergian dengan kereta api di seluruh Iran,” tulis militer Israel dalam pernyataan yang diunggah di platform X.

“Keberadaan Anda di dalam kereta api maupun di dekat jalur kereta api membahayakan nyawa Anda,” tambah pernyataan tersebut melalui akun berbahasa Persia seperti dilansir Al Jazeera, Selasa (7/4/2026).

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengebom jembatan serta pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz pada Selasa pukul 20.00 waktu setempat (01.00 GMT Rabu).

Sebagai respons, Iran memperingatkan akan melakukan “pembalasan yang menghancurkan” apabila infrastruktur sipilnya diserang.

Iran Serukan UNESCO Mengutuk Ancaman Israel

Iran secara resmi menyerukan UNESCO untuk mengutuk ancaman Israel terhadap sistem perkeretaapiannya.

Jalur kereta api Trans-Iran sepanjang 1.394 kilometer, yang menghubungkan Laut Kaspia di timur laut dengan Teluk Persia di barat daya, telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2021.

Pengakuan tersebut diberikan karena skala proyek dan kompleksitas rekayasa teknik yang diperlukan untuk mengatasi rute curam dan tantangan geografis lainnya.

Menteri tersebut menyebut ancaman Israel sebagai serangan terhadap warisan bersama umat manusia, serta mendesak UNESCO untuk segera bertindak guna mencegah aksi militer lebih lanjut.

Serangan Udara Meluas di Iran

Sebelumnya, militer Israel mengklaim telah menyelesaikan gelombang baru serangan udara yang menargetkan berbagai infrastruktur di Iran, termasuk di Teheran.

Pada Senin lalu, pasukan Israel menyerang fasilitas petrokimia di sisi Iran dari ladang gas Pars Selatan, yang dikelola bersama dengan Qatar.

Kementerian Kesehatan Iran menyatakan sedikitnya 2.076 orang telah tewas akibat serangan gabungan AS–Israel sejak perang dimulai lebih dari lima minggu lalu.

Jembatan Saudi–Bahrain Ditutup Sementara

Di tengah meningkatnya ketegangan, sebuah jembatan strategis yang menghubungkan Arab Saudi dan Bahrain sempat ditutup sementara.

Otoritas pengelola King Fahd Causeway menyebutkan penutupan dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi serangan Iran yang menargetkan Provinsi Timur Arab Saudi. Jembatan tersebut kemudian dibuka kembali.

Jembatan sepanjang 25 kilometer itu merupakan satu-satunya jalur darat yang menghubungkan Bahrain yang menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut AS dengan Semenanjung Arab.

Sejak perang AS–Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, Iran telah melancarkan serangan balasan berupa drone dan rudal ke Israel, negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah aset militer AS, serta ke Yordania dan Irak.

“Wilayah Teluk menanggung beban terberat dari konflik ini. Pagi tadi kami melihat banyak alarm dibunyikan di Bahrain, dan beberapa jam sebelumnya juga terdengar di Uni Emirat Arab,” ujar Malik Traina dari Al Jazeera, melaporkan dari Kuwait City.

“Sebelumnya, kami mendengar dari Kementerian Pertahanan Saudi bahwa mereka berhasil mencegat tujuh rudal balistik di wilayah timur,” tambahnya.

Pemungutan Suara PBB soal Selat Hormuz

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa diperkirakan akan menggelar pemungutan suara pada Selasa terkait rancangan resolusi yang menyerukan pembukaan blokade Selat Hormuz.

Namun, Rusia sekutu lama Iran bersama Tiongkok masih berpotensi memveto resolusi tersebut. Atas dasar itu, pemungutan suara yang sebelumnya dijadwalkan pada Jumat lalu sempat ditunda.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.