TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sosok kakek asal Sidoarjo, Jawa Timur bernama Mashuda tengah viral di media sosial.
Hal itu lantaran Mashuda secara sepihak menutup jalan umum di wilayah Perumahan Sidokare Asri, Sidoarjo.
Akibat penutupan jalan yang dilakukan Mashuda, warga setempat jadi kesusahan saat hendak lewat.
Seorang warga bernama Briliant Prayoga akhirnya memviralkan sosok kakek Mashuda di media sosial.
Dalam video viral, terlihat momen Mashuda menutup jalan umum di depan umumnya menggunakan plang yang ia sediakan.
Tak cuma itu, Mashuda juga terlihat menjaga jalanan tersebut seraya mengawasinya.
Tiap kali ada mobil yang hendak lewat, Mashuda akan menghalanginya menggunakan plang atau tubuhnya sendiri.
Video Mashuda menutup jalan umum itu belakangan viral di media sosial.
Netizen pun menjuluki Mashuda sebagai penjaga Selat Hormuz di wilayah Sidokare.
Untuk diketahui, Selat Hormuz adalah jalur sempit yang terletak di antara Iran dan Oman serta UEA sebagai jalur strategis yang dilewati banyak kapal pengangkut.
Videonya viral, Briliant pun mengurai penjelasan.
Pria asal Sidokare itu tampak gusar karena kesulitan melewati jalanan di dekat rumahnya karena ditutup oleh Mashuda.
Hal itu pun kata Briliant telah ia adukan ke pihak RT dan RW.
Namun usai dilakukan mediasi, Mashuda tak juga kapok dan tetap menutupi jalan umum tersebut.
"Setelah dimediasi dari tingkat RT dan RW, yang bersangkutan bersikukuh untuk menutup jalan tersebut sepihak. Penutupan jalan tersebut sudah dilakukan cukup lama. Dari RT sudah mengimbau, dari RW mengimbau, dari warga mengimbau agar tidak ditutup, dan tetap tidak diindahkan sama yang bersangkutan," ungkap Briliant dalam videonya.
Habis kesabaran, Briliant akhirnya merekam momen saat ia adu mulut dengan Mashuda akibat penutupan jalan sepihak.
Di video terdengar Mashuda ngotot tetap menutupi jalanan tersebut.
Padahal di momen itu Briliant ingin lewat karena hendak keluar rumah bersama keluarganya.
"Sampai di malam kejadian tersebut, kebetulan saya ingin pergi ke luar melewati jalan tersebut dengan memindahkan plang penutup jalan. Yang bersangkutan ketika saya memindahkan plang itu datang dan menegur saya dengan ucapan yang kurang baik dan mengintimidasi saya dan keluarga yang melintas. Saya spontan memvideo tersebut untuk pembelajaran yang bersangkutan supaya tidak merugikan warga sekitar," pungkas Briliant.
Sadar dirinya viral, Mashuda akhirnya buka suara.
Mashuda mengklaim bahwa tetangganya tidak ada yang masalah ketika ia menutup jalanan.
"Saya tidak menjatuhkan tetangga sebelah. Dan saya punya pendirian sendiri, dan berpendapat ada yang saya buatkan seperti plang itu, tetangga saya berkenan," kata Mashuda diwawancarai media.
Perihal alasannya menutupi jalan umum, Mashuda mengurai alibi.
Kata Mashuda, ia ingin melindungi cucunya yang suka keluar rumah.
Tak mau mobil lalu lalang sembarangan di depan rumahnya, Mashuda akhirnya menutupi jalan tersebut.
"Saya sudah musyawarah dengan pengacara yang di belakang itu, wong itu bukan jalan umum. Tujuan saya itu doang, mengantisipasi keselamatan cucu saya kalau keluar," imbuh Mashuda.
Baca juga: Akhirnya Ressa Bongkar 2 Petunjuk Soal Sosok Ayah Kandungnya, Putra Denada Singgung Nama Presiden
Aksi Mashuda yang menutupi jalan umum itu belakangan ditanggapi pihak RT.
Ketua RT, Abdul Rofik mengaku sudah sering mendapat keluhan dari warga soal aksi Mashuda.
"Keluhan dari warga itu sudah sering. Tetapi waktu itu memang nutupnya penuh, jadi enggak bisa lewat. Akhirnya terjadi percekcokan," akui Abdul Rofik.
Hingga akhirnya persoalan tersebut dibawa ke tingkat Kelurahan.
"Tadi malam sudah mediasi, dan rencananya besok diselesaikan sama pihak kelurahan," imbuhnya.
Beberapa hari kasusnya viral, Mashuda akhirnya kembali dimediasi dengan tetangga yang memviralkannya, Briliant.
Dalam pertemuan hari ini, Selasa (7/4/2026), Mashuda akhirnya mau meminta maaf.
Sembari membacakan surat damai, Mashuda mengakui kesalahannya telah menutup jalan.
"Permasalahan di lingkungan kami sudah selesai melalui mediasi. Kami menyadari hal tersebut terjadi karena kekurangan komunikasi. Kami sepakat untuk berdamai dan menjaga hubungan baik sebagai sesama warga," pungkas Mashuda.
"Kami juga memohon maaf kepada masyarakat yang sempat terganggu. Ke depan kami akan menyelesaikan setiap permasalahan dengan musyawarah tanpa mengganggu kepentingan umum," sambungnya.