Ongkos Angkutan Telur di Takengon Capai Rp 2.500 per Papan, Harga Tetap Bertahan
Mawaddatul Husna April 07, 2026 08:08 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Fikar W Eda | Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON - Ongkos angkutan untuk distribusi telur di wilayah Takengon, kabupaten Aceh Tengah mengalami kenaikan pascabencana hidrometeorologi.

Meski begitu harga jual telur di tingkat pedagang relatif masih stabil.

Seorang pedagang telur di Pasar Inpres Takengon, Khairul Islah, menyampaikan bahwa ongkos angkutan telur saat ini naik menjadi Rp 2.500 per papan. 

Sebelumnya, ongkos tersebut berada di kisaran Rp 1.200 per papan, bahkan sempat mencapai Rp 3.000 saat kondisi distribusi paling terganggu.

“Saat ini ongkos angkutan Rp2.500 per papan. Dulu Rp 1.200, sempat juga Rp 3.000,” ujar Khairul Islah kepada TribunGayo.com, Selasa (7/4/2026).

Meski ongkos distribusi mengalami kenaikan, harga jual telur di pasaran masih relatif stabil.

Saat ini, harga telur berkisar antara Rp 54 ribu hingga Rp 57 ribu per papan, tergantung kualitas dan pasokan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa para pedagang masih berupaya menjaga kestabilan harga ditengah meningkatnya biaya distribusi akibat dampak bencana hidrometeorologi yang mempengaruhi jalur transportasi di wilayah dataran tinggi Gayo.

Para pedagang berharap kondisi infrastruktur dan distribusi dapat segera pulih, sehingga biaya angkutan dapat kembali normal dan tidak membebani pelaku usaha maupun masyarakat.

Harga Nasi Guri Naik

Kenaikan harga kebutuhan pokok pascabencana hidrometeorologi di Tanah Gayo turut berdampak pada harga makanan harian masyarakat.

Salah satunya terlihat pada harga nasi guri atau nasi pagi yang mengalami penyesuaian di sejumlah warung di kawasan Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.

Seorang penjual nasi guri di kawasan Terminal Takengon menyampaikan bahwa harga beberapa menu mengalami kenaikan karena meningkatnya biaya bahan baku dan distribusi pascabencana.

Menurutnya, harga nasi guri dengan lauk telur yang sebelumnya dijual Rp 13 ribu kini naik menjadi Rp 15 ribu. 

Sementara menu nasi dengan gulai ayam yang biasanya Rp 18 ribu kini menjadi Rp 20 ribu per porsi.

“Iya semuanya naik bang,” ujar salah seorang penjual nasi guri di kawasan terminal Takengon yang warungnya dikenal ramai pelanggan setiap pagi menjawab TribunGayo.com, Senin (6/4/2026).

Kenaikan harga ini dinilai sebagai dampak berantai dari terganggunya jalur distribusi dan meningkatnya ongkos transportasi setelah bencana hidrometeorologi yang merusak sejumlah ruas jalan dan infrastruktur penghubung di wilayah dataran tinggi Gayo. 

Meski demikian, para pedagang berharap kondisi distribusi bahan kebutuhan pokok dapat segera kembali normal, sehingga harga makanan harian masyarakat dapat kembali stabil dan terjangkau. (*)

Baca juga: Jembatan ke SDN 2 Bintang Aceh Tengah Kembali Putus Diterjang Banjir, Pagar Sekolah juga Roboh

Baca juga: Banjir Putuskan Jembatan Darurat Burlah Aceh Tengah, Warga Terpaksa Lewati Jembatan Gantung

Baca juga: Banjir Aceh Tengah: Jalan Jamur Konyel Kembali Putus, Akses Roda 4 ke Sejumlah Desa Lumpuh

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.