Seorang penjual makanan menolak pelanggan yang diduga ingin memotong antrean. Tetap teguh pendirian, penjual itu rela dan tidak menyesal dengan keputusannya menolak meski harus membatalkan 12 pesanan.
Beberapa pelanggan tidak suka menunggu lama sampai pesanan makan siap. Alhasil mereka melakukan berbagai cara untuk menyingkat waktu tunggu, seperti yang terjadi baru-baru ini.
Seorang penjual makanan kaki lima yang tidak disebutkan nama dan lokasi jualannya menceritakan pengalamannya di media sosial. Ia mendapati salah satu pelanggan bersikap 'curang' dalam antre di gerainya.
Pelanggan tersebut mengunjungi gerainya di hari Minggu yang mana kondisinya sangat ramai. Pelanggan juga datang di jam-jam sibuk.
Awalnya tidak ada masalah yang terjadi. Pelanggan tersebut juga telah mendapat dan menghabiskan pesanan makannya di tempat. Namun setelah selesai makan, pelanggan ini langsung memesan 12 porsi mie goreng untuk dibawa pulang, lapor weirdkaya.com (3/4).
Sebenarnya bisa saja penjual menerima pesanan tersebut. Jika dihitung-hitung pesanan yang banyak ini bisa menguntungkan. Namun ia lebih memprioritaskan pelanggan yang sudah antre daripada pesanan banyak tersebut.
Ia menolak 12 pesanan mie goreng dan memutuskan untuk mengikuti urutan pesanan takeaway lain yang sudah lebih dulu. Ia tidak membiarkan pelanggan tersebut menyerobot antrean.
Penjual Makanan ini menolak 12 pesanan mie goreng pelanggan. Foto: weirdkaya.com / Ilustration
|
Setelah menunggu beberapa saat, pelanggan bertanya kepada penjual apakah pesanannya sudah siap. Penjual memberitahu kalau butuh waktu sedikit lebih lama karena masih banyak antrean.
Pelanggan yang mendengar hal tersebut berkomentar, "Jika Anda tidak dapat memenuhi pesanan saya sekarang, saya akan membatalkannya."
Karena tidak punya pilihan lain, penjual makanan kaki lima itu rela membatalkan pesanan tersebut. Keuntungan yang seharusnya ia dapatkan hilang begitu saja.
Meskipun begitu, penjual makanan anonim ini mengaku tidak menyesali keputusannya. Ia merasa perlu bersikap adil kepada pelanggan lain yang telah menunggu lama.
Penjual makanan kaki lima itu juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan beberapa peraturan tidak tertulis saat memesan makanan yang perlu diperhatikan pelanggan.
Meskipun menolak keuntungan, penjual tersebut tidak menyesal. Foto: weirdkaya.com / Ilustration
|
Peraturannya mulai dari pelanggan perlu memesan makanan dibawa pulang bersamaan dengan memesan makanan di tempat. Tidak boleh di akhir setelah selesai makan.
Hal ini lebih baik dilakukan daripada harus memesan di menit akhir yang mana merupakan jam sibuk dan membuat pelanggan perlu menunggu lebih dari 30 menit.
Pelanggan juga dihimbau membawa wadah sendiri dan bertanya kepada penjual makanan apa yang sedang disiapkan saat itu. Sebab, terkadang penjual memasak sebuah menu dalam wajan besar, sehingga jika pesanannya sama, kemungkinan mendapat makanan lebih cepat dan makanan tetap hangat.







