Manfaatkan AI untuk Sensus Ekonomi 2026, BPS DIY Pastikan Hasilnya Dapat Dipertanggungjawabkan
Joko Widiyarso April 07, 2026 08:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Pusat Statistik (BPS) DIY tengah mempersiapkan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Sensus yang dilaksanakan 10 tahun sekali ini bertujuan untuk mometret perkembangan struktur ekonomi DIY sejak 2016 silam. 

Plt Kepala Badan Pusat Statistik DIY, Endang Tri Wahyuningsih mengungkapkan persiapan SE 2026 telah mencapai 90 persen.

Pada bulan April ini, pihaknya melakukan perekrutan petugas sensus. Sementara pendataan rencananya dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2026 mendatang. 

Ia menyebut dalam SE 2026 ini pihaknya juga menggunakan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Alasannya untuk mempercepat klasifikasi usaha berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). 

“Komoditasnya itu kan ribuan, kalau petugas melihat satu per satu bisa lieur (pusing). Kemudian dari sisi kualitasnya (data), bisa berbeda-beda. Kita menggunakan AI supaya cepat,” ungkapnya. 

Pihaknya pun telah melakukan uji coba pemanfaatan AI melalui survei yang dilakukan BPS. Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan penyesuaian terhadap pertanyaan survei. 

Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan, tingkat akurasi mencapai 80 persen sedangkan tingkat signifikansi kesalahan sekitar 5 hingga 10 persen. 

Ia pun memastikan hasil SE 2026 dapat dipertanggungjawabkan. 

“Kita sudah cobakan (uji coba) untuk berbagai survei. Kemudian dari sisi pertanyaannya, namanya mesin kalau mesin tuh tidak diarahkan pasti dia akan ngleyor ke mana-mana. Maka di dalam pertanyaannya sudah kita arahkan. Misalnya komoditasnya apa, apakah diusahakan sendiri dan sebagainya,” terangnya. 

Melalui SE 2026, ia berharap dapat memetakan usaha-usaha UMKM hingga level RT. Hasil survei ini juga dapat dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan perencanaan program pemberdayaan UMKM ke depan. Terlebih SE terakhir dilaksanakan pada 2016 silam, praktis ada perubahan struktur ekonomi dalam satu dekade. 

“Jadi (SE 2026) bagus untuk pemetaan usaha-usaha UMKM misalnya, di mana wilayah-wilayah yang dominan komoditas tertentu. Kemudian bagi pemerintah untuk merencanakan program untuk UMKM,” imbuhnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.