Mahasiswa Asal Papua Suarakan Lima Tuntutan Mulai dari Pelanggaran HAM hingga PT Freeport
tarso romli April 07, 2026 08:27 PM

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Puluhan mahasiswa asal Papua yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Papua Sriwijaya (KOMPAS) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (7/4/2026) sore. Aksi yang berlangsung damai di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian ini bertujuan menyuarakan kondisi kemanusiaan di tanah Papua.

Kedatangan massa disambut langsung oleh Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Alwis Gani, didampingi sejumlah anggota Komisi V lainnya, yakni Fajar Febriansyah, M. Oktariansyah, dan Mohd. Muqzar Rifqy.

Dalam orasinya, Presiden KOMPAS, Andrian Kano, bersama Ketua KOMPAS Palembang, Nis Murid, menyampaikan lima poin tuntutan utama kepada pimpinan DPRD Sumsel:

1.Mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan pelanggaran HAM di Kabupaten Dogiyai, Papua.

2. Menuntut pengungkapan dan penindakan tegas terhadap pelaku penyiraman aktivis HAM, Andrie Yunus.

3.Menuntut perlindungan bagi aktivis pembelajar HAM dan masyarakat sipil dari segala bentuk kekerasan serta intimidasi.

4.Mendesak proses hukum yang transparan, adil, dan tanpa diskriminasi.

5.Menyatakan sikap tegas mendesak evaluasi menyeluruh hingga penutupan PT Freeport Indonesia atas dasar pertimbangan kemanusiaan, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan.

Bawa Bukti Visual Kekerasan

Berdasarkan pantauan di lokasi, para mahasiswa membawa sejumlah poster dan gambar yang diklaim sebagai bukti kekerasan oknum aparat di tanah Papua. Mereka menegaskan keinginan agar Papua tidak lagi mengalami konflik berdarah, melainkan fokus pada kesejahteraan masyarakat.

"Kami mahasiswa dari Papua menyampaikan aspirasi ini sebagai bahan evaluasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Kami ingin Papua yang lebih baik," tegas salah satu orator dalam aksinya.

Respons DPRD Sumsel

Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Alwis Gani, menyambut baik aspirasi tersebut. Ia menyatakan keprihatinannya atas kondisi yang terjadi dan berjanji akan meneruskan tuntutan mahasiswa ke tingkat pusat.

"Selaku Ketua Komisi V dari Fraksi Gerindra, kami memahami apa yang adik-adik sampaikan. Kami turut merasakan luka dan duka di tanah Papua, serta mengutuk keras segala aksi kekerasan terhadap aktivis maupun mahasiswa," ujar Alwis Gani di hadapan massa.

Ia memastikan bahwa aspirasi ini akan disampaikan melalui pimpinan DPRD Sumsel untuk direkomendasikan ke Komisi III DPR RI.

"Insyaallah akan kami tindak lanjuti secepatnya, kemungkinan minggu depan sudah kami teruskan ke pusat," pungkasnya.

Baca juga:  Tak Mau Bayar Utang Almarhum Orang Tua, Ahli Waris di Banyuasin Dilaporkan Petani ke Polda Sumsel

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.