TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Napoli, Antonio Conte tidak menyembunyikan ambisinya untuk bisa kembali 'pulang' membesut Gli Azzurri, Italia.
Musim lalu, tiga bulan sebelum kompetisi Liga Italia berakhir beredar rumor soal Antonio Conte yang akan hijrah ke Juventus.
Tapi rumor itu terbantahkan, Conte lebih memilih untuk menandatangani perpanjangan kontrak hingga tahun 2027 dengan tim kota Naples tersebut di jendela transfer musim panas.
Di saat yang bersamaan, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) tengah kehilangan sosok pelatih karena ditinggal Luciano Spalletti.
FIGC kemudian bergerak mencari pengganti Spalletti, namun tak banyak opsi yang tersedia hingga memilih Gennaro Gattuso sebagai penggantinya.
Gattuso mengemban beban dan tekanan berat untuk dapat mematahkan pencapaian buruk timnas Italia yang gagal lolos ke Piala Dunia dalam dua edisi terakhir.
Seiring berjalannya waktu, Rino, sapaan akrab Gattuso berhasil membawa Italia berada di jalur yang benar.
Tapi sayang, saat melakoni laga penentuan lolos langsung melawan Norwegia mereka kalah telak di San Siro.
Hasilnya, timnas Italia harus menjalani play-off dan nahasnya kalah saing dari Bosnia sebelum menang melawan Irlandia Utara.
Itu adalah kegagalan ketiga Italia secara berturut-turut untuk dapat tampil di ajang empat tahunan tersebut. Dan ini menjadi cerminan betapa besarnya arti kegagalan yang sesungguhnya bagi sepak bola Italia secara luas.
"Jika saya Presidein FIGC, saya akan mempertimbangkan nama saya bersama dengan yang lain. Karena banyak alasan, saya akan memasukkan Conte ke dalam daftar itu," ungkap Conte pasca-kemenangan melawan Milan (7/4), dikutip dari Football Italia.
Ya, Conte menawarkan diri pasca-kegagalan Italia ke Piala Dunia 2026 dan dengan mundurnya Gennaro Gattuso dari kursi kepelatihan.
Ia pernah menjadi allenatore Gli Azzurri pada pertengahan tahun 2014 sampai 2016 dengan jumlah 25 pertandingan yang dia lakoni.
Italia di bawah asuhannya mencapai babak perempat final Euro 2016 sebelum dikalahkan Jerman di babak penalti.
Itu adalah laga terakhir Conte dengan Gli Azzurri.
Dan kini, ia terbuka untuk 'kembali'.
"Saya sudah pernah bekerja dengan tim nasional dan saya tahu lingkungannya."
Tapi, dia menyadari jika kontraknya menyisakan satu tahun di Napoli, dan dia harus mendapatkan sang presiden klub jika ditakdirkan menjadi pelatih timnas Italia lagi.
"Kalian semua tahu ahwa saya masih memiliki satu tahun tersisa dalam kontrak saya dengan Napoli dan bahwa di akhir musim saya akan duduk bersama presiden untuk membahasnya," ungkap mantan pelatih Chelsea itu.
Tak berselang lama, Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis mengakui terbuka untuk membiarkan Conte pergi di akhir musim dan menjadi pelatih timnas Italia.
Hal itu ia ungkapkan di Los Angeles saat film dokumenter tentang Scudetto keempat Napoli ditayangkan pada Senin (7/4).
"Jika Antonio bertanya kepada saya, saya rasa saya akan mengatakan ya," kata De Laurentiis dilansir Gazzetta.
"Mengingat bahwa dia (Conte) sangat cerdas, selama belum ada lawan bicara yang serius dan, sampai sekarang, belum banyak, dia akan menolak membayangkan dirinya sebagai kepala sesuatu yang sama sekali tidak terorganir.
Nama Conte muncul sebagai kandidat utama untuk menjadi pelatih timnas Italia yang baru. Selain itu juga ada rumor tentang Massimiliano Allegri.
Tapi, keputusan itu belumlah final.
Italia tampaknya akan mencari pengganti presiden FIGC yang baru setelah Gabriele Gravina mengundurkan diri, begitu juga Gattuso karena tersingkir di babak play-off Piala Dunia 2026.
De Laurentiis mengonfirmasi, ia berharap Giovanni Malago bisa menjadi pengganti Gravina yang ideal untuk FIGC.
"Dia adalah orang yang tepat untuk menjabat sebagai komisaris dan kemudian sebagai Presiden Federasi yang baru," bebernya.
Saat ini, tanpa presiden FIGC dan pelatih utama, Italia dikabarkan akan dipimpin oleh pelatih sementara dari tim U-21, Silvio Baldini.
Dua laga terdekat timnas Italia akan menghadapi pertandingan FIFA Matchday Juni 2026. Satu di antara dua laga tersebut kabarnya akan melawan Yunani.
Keinginan Conte bak gayung bersambut. Ketika dia menginginkan untuk menjadi pelatih Italia saat masih memiliki kontrak dengan Napoli tetapi dikasih lampu hijau untuk keluar dari sang presiden klub berjuluk Partenopei tersebut.
(Tribunnews.com/Sina)