TRIBUNBANTEN.COM - Wilayah Lampung diguncang gempa bumi sebanyak tiga kali dalam satu hari pada Selasa (7/4/2026).
Gempa terbaru tercatat memiliki magnitudo 4,7 yang berpusat di wilayah Kabupaten Pesisir Barat.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa pertama terjadi pada pukul 15.32 WIB dengan magnitudo 3,0.
Episenter gempa berada di koordinat 6,38 Lintang Selatan dan 104,19 Bujur Timur, atau sekitar 114 kilometer barat daya Tanggamus, dengan kedalaman 27 kilometer.
Baca juga: Sumur Banten Diguncang Gempa 4 Kali Dalam Sehari, Terbesar Magnitudo 3,7
Selang kurang dari 20 menit, gempa kedua kembali terjadi pada pukul 15.50 WIB dengan magnitudo 3,6.
Lokasinya berada di koordinat 6,13 Lintang Selatan dan 104,27 Bujur Timur, sekitar 86 kilometer barat daya Tanggamus, dengan kedalaman 31 kilometer.
Sementara itu, gempa ketiga yang merupakan yang terkuat terjadi pada pukul 20.40 WIB dengan magnitudo 4,7.
Pusat gempa berada di koordinat 6,19 Lintang Selatan dan 103,68 Bujur Timur, atau sekitar 115 kilometer selatan Pesisir Barat, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG menyampaikan bahwa informasi yang disampaikan mengutamakan kecepatan, sehingga data yang tersedia masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data yang masuk.
Hingga saat ini, belum ada laporan terkait kerusakan maupun korban akibat rangkaian gempa tersebut. BMKG juga memastikan bahwa gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami.
Doa yang Dianjurkan Saat Terjadi Gempa
Dalam situasi gempa bumi, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW saat menghadapi bencana alam, termasuk gempa bumi, adalah sebagai berikut:
Teks doa (Latin):
Allahumma inni as’aluka khairahaa, wa khaira maa fiihaa, wa khaira maa arsalta bih. Wa a‘udzubika min syarrihaa, wa syarri maa fiihaa, wa syarri maa arsalta bih.
Terjemahan:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, kebaikan atas apa yang ada di dalamnya, serta kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan bersamanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, keburukan yang terkandung di dalamnya, dan keburukan atas apa yang Engkau kirimkan.”
Doa tersebut tidak hanya dianjurkan saat gempa bumi, tetapi juga ketika menghadapi bencana alam lainnya seperti angin topan, banjir, maupun longsor.
Untuk mengetahui informasi gempa terkini, masyarakat dapat memantau melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web maupun media sosial.