TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sebanyak 70 Kartu Keluarga (KK) menerima bantuan lauk pauk atau jaminan hidup (Jadup) Rp1.350.000 per orang di hunian sementara (huntara) Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Diketahui, bantuan ini berupa Rp15.000 per orang dengan akumulasi Rp450.000 satu bulan, dan Rp1.350.000 dalam tiga bulan untuk masing-masing orang.
Penyintas bencana di huntara 2 Kapalo Koto, Siska Efeni mengatakan sudah menerima bantuan lauk pauk tersebut dari Kemensos RI melalui Dinsos Padang.
"Sudah menerima, pada Selasa (17/3/2026) lalu, sebelum Lebaran Rp1.350.000," ucapnya, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Penyintas Bencana Belum Terima Bansos Lauk Pauk, Kadinsos Padang: Didata Lagi dan Diajukan
Setelah informasi diberikan, para penyintas bencana mendatangi kantor kelurahan, lalu diberikan sebuah surat.
"Surat ini dibawa ke pos untuk mengambil uangnya, uang diberikan sekali tiga bulan," pungkasnya.
Senada, penyintas bencana di huntara 1 Kapalo Koto, Afrianti mengatakan juga telah menerima bantuan jadup tersebut sebesar Rp16.100.000 untuk semua anggota keluarganya.
Baca juga: Tak Terima Pembelaan Wanda Pernah Biayai Pendidikan Korban, Yeni: Cika Kuliah Pakai Beasiswa KIP
"Saya menerima Rp16.100.000, untuk jaminan hidup Rp8.100.000, sedangkan lauk pauk Rp8.000.000, total keluarga saya enam, empat orang anak," sebutnya.
Saat menerima uang di pos, Afrianti menuturkan hanya membawa surat, lalu diberikan uang tunai tanpa amplop.
Setelah uang diambil, pihak kelurahan mendokumentasikan momen tersebut sebagai bukti bantuan telah disalurkan.
"Itu sebagai tanda bukti, kalau kita sudah mengambil uangnya. Untuk sekarang uangnya masih disimpan," tambahnya.
Puluhan keluarga penyintas bencana yang menghuni Huntara Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang mendesak pemerintah segera mencairkan bantuan lauk pauk yang tak kunjung turun hingga April 2026.
Diketahui hingga April 2026 pasca bencana akhir November 2025 lalu, warga yang tinggal di huntara Kapalo Koto tak kunjung menerima bantuan.
Bantuan itu mereka harapkan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, sebagai biaya sekolah anak, hingga hal lainnya.
Sebab, pasca bencana mereka kehilangan rumah, harta benda hingga lahan pertanian dan tempat usaha lainnya.
Pantauan TribunPantauan.com di lapangan sekira pukul 10:34 WiB, terlihat penyintas bencana di Kapalo Koto antusias saat ditanya mengenai bantuan tersebut.
Baca juga: Update Harga Emas di Padang Hari Ini Selasa 7 April 2026: Sa Ameh Tembus Rp6,3 Juta
Mereka mengaku, dari 50 kartu keluarga (KK) di masing-masing huntara 1 dan 2 Kapalo Koto, seperempatnya belum menerima bantuan lauk pauk.
Bahkan tampak penyintas bencana membawa KK hingga KTP ke hadapan TribunPadang.com saat dimintai keterangan.
Penyintas bencana di huntara 1 Kapalo Koto, Nurmaini mengatakan tinggal bersama sang suaminya di hunian tersebut.
Ia mengaku belum menerima bantuan lauk pauk sebesar Rp15.000 per hari satu orang atau 450.000 setiap bulan pasca bencana.
"Terkait bantuan ini, saya belum menerimanya sama sekali," katanya saat memberikan keterangan kepada TribunPadang.com, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Persaingan Zona Degradasi Super League Usai Pekan 26 Memanas, Poin Lima Tim Bawah Terpaut Tipis
Kata dia, bantuan itu sudah diberikan kepada sebagian penyintas bencana di huntara 1 Kapalo Koto. Sedangkan belasan lainnya belum menerima.
Bahkan Dinas Sosial Kota Padang ujar Nurmaini sudah datang ke huntara 1 untuk mendata bantuan tersebut. akan tetapi sampai April 2026, bantuan itu belum kunjung diterima.
"Dinsos sudah datang ke sini, ditanya apakah sudah dapat karena sudah lama cari, saya jawab belum, belum ada bantuan dari pemerintah saya terima, terkait uang," sebutnya.
Ia mengaku sangat berharap bantuan ini bisa disalurkan pemerintah secepatnya, agar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, Nurmaini berencana juga menggunakan bantuan tersebut untuk membeli kebutuhan sang suami yang tengah menderita stroke.
Baca juga: Keluarga Siska Minta Hakim Jatuhkan Hukuman Mati bagi Wanda Pelaku Mutilasi di Padang Pariaman
"Suami saya stroke, tidak bisa berjalan dan melihat, harus menyuapi suami makan. Kalau dapat bantuan ini, bisa membantu membeli pampers," sebutnya.
Penyintas lainnya dari huntara 2 Kapalo Koto, Fera Junita mengatakan tinggal bersama suami dan lima anaknya di hunian tersebut.
Dengan banyaknya anggota keluarga, Fera berharap bantuan lauk pauk Rp15.000 per hari bisa disalurkan pemerintah secepatnya.
Kata dia, 15 dari 50 KK di huntara 2 Kapalo Koto belum menerima bantuan tersebut sampai sekarang. Ia tak tahu alasan bantuan itu tidak diterimanya hingga memasuki April 2026.
"Belum menerimanya sampai sekarang, saya di huntara tinggal tujuh orang, bersama suami dan lima anak," terangnya.
Baca juga: Keluarga Siska Korban Mutilasi di Padang Pariaman Absen Sidang Tuntutan, Akui Terkendala Informasi
Bantuan itu dalam rencananya bakal dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari pasca bencana akhir November 2025 lalu.
Kondisi keuangannya juga memprihatinkan pasca bencana yang menghancurkan rumah, harta benda dan mata pencahariannya.
Ditambah beberapa orang anaknya harus masuk sekolah, sehingga dengan bantuan tersebut, beberapa uang bisa ia gunakan sementara waktu.
"Kalau dapat rencananya untuk biaya hidup sehari-hari, beberapa digunakan untuk biaya masuk anak sekolah," tambahnya.
Puluhan penyintas bencana belum menerima bantuan lauk pauk Rp450.000 per orang setiap bulan di hunian sementara (huntara) Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Selasa (6/4/2026).
Berdasarkan temuan TribunPadang.com di lapangan, sekitar 32 penyintas bencana belum menerima bantuan tersebut di huntara 1 dan 2, Kapalo Koto, Padang.
Baca juga: Keluarga Siska Korban Mutilasi di Padang Pariaman Absen Sidang Tuntutan, Akui Terkendala Informasi
Akan tetapi, puluhan orang lainnya sudah menerima dengan nominal beragam, tergantung banyaknya anggota keluarga dalam satu KK.
Bantuan ini diketahui diberikan setiap tiga bulan sekali pasca bencana oleh pemerintah, yang diambil melalui pos terdekat di daerah terdampak.
Perihal bantuan lauk pauk ini, TribunPadang.com menanyakan kepada enam orang penyintas bencana di huntara 1 dan 2 Kapalo Koto.
Penyintas Bencana di huntara 2 Kapalo Koro, Nila Febrianti mengatakan belum bantuan lauk pauk tersebut hingga memasuki bulan April 2026.
Kata dia, sebagian warga di huntara 2 Kapalo Koto sudah menerima bantuan tersebut pada pertengahan Maret 2026 lalu.
Baca juga: Ayah Korban Mutilasi di Padang Pariaman Hadiri Sidang Tuntutan Hari Ini, Minta Terdakwa Dihukum Mati
Namun sebagian lainnya belum menerima sama sekali. Lantas, ia mempertanyakan bagaimana prosedur penerimaannya dan alasan penyintas bencana lainnya yang belum menerima.
"Ada sekitar 15 warga yang belum dapat di huntara 2, kami belum tahu alasan pemerintah ini belum dapat sampai sekarang," katanya.
Ia hanya mengetahui jika penyintas bencana yang tinggal di huntara bakal dapat bantuan lauk pauk tersebut.
Saat pembagian bantuan melalui kantor pos, Nila Febrianti bersama warga lainnya berharap juga menerima, akan tetapi tak kunjung datang.
"Kecewa, kami ingin tahu alasannya kenapa kami tidak dapat," pungkasnya.
Senada, penyintas bencana di huntara 1 Kapalo Koto Eva Yantianak menyebut juga belum menerima bantuan lauk pauk hingga saat ini.
Baca juga: Ayah Korban Mutilasi di Padang Pariaman Hadiri Sidang Tuntutan Hari Ini, Minta Terdakwa Dihukum Mati
Kata dia, dari 50 kartu keluarga di huntara 1 Kapalo Koto, 15 di antaranya belum mengecap bantuan lauk pauk tersebut.
Saat ditanya mengenai mengapa belum menerima, ia mengaku tidak mengetahui hingga saat ini.
Bahkan, Eva bersama penyintas bencana lainnya sudah mendatangi pihak-pihak terkait di pemerintahan untuk menanyakan bantuan ini.
"Tidak jelas alasannya, sampai saat ini kami masih mendatangi Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Sosial, PMI, kantor Gubernur dan lainnya," ujarnya.
Ia berharap, bantuan ini segera diterima oleh penyintas bencana di huntara 1 Kapalo Koto.
Sebab, bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk menyambung hidup di huntara pasca bencana akhir November 2025 lalu itu.
"Sangat berharap bantuan ini bisa diterima, karena pekerjaan tidak ada lagi pasca bencana, hanya ini harapan kami," tambahnya.
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Padang menanggapi terkait penyintas korban bencana yang belum menerima bantuan jaminan hidup (Jadup) atau lauk pauk. Bantuan tersebut masih dalam tahap pengajuan.
Bantuan lauk pauk ini disalurkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Dinsos kota dan kabupaten se-Indonesia ke seluruh penyintas bencana dengan anggaran Rp450.000 per bulan atau Rp1.350.000 setiap orang.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kadinsos Padang, Eri Sanjaya saat ditemui TribunPadang.com di kantornya, Selasa (7/4/2026).
Kata Eri, penerima bantuan lauk pauk yang baru disalurkan saat sekarang untuk penyintas bencana dengan NIK terdaftar pada SK 119 Pemko Padang.
Baca juga: Warga Huntara Kapalo Koto Padang Belum Terima Bantuan Lauk Pauk, Harap Uang Buat Berobat dan Sekolah
"Jadi yang menerima baru terdaftar pada SK tersebut. Tapi, masih ada juga yang sudah terdaftar tapi belum cair, ini yang kita data lagi," ucap Eri memberikan keterangan.
Selain itu, pihaknya juga menemukan beberapa hal lain di lapangan.
Disebutkan Eri bahwa beberapa nama penyintas bencana belum masuk SK tersebut. Sehingga, pihaknya perlu melakukan pendataan ulang dan akan diajukan kembali kepada Kemensos RI.
Akan tetapi, untuk kepastian diterima atau tidak, pihaknya tidak dapat memastikan. Hanya saja, untuk pengiriman datanya, bakal dilakukan secepatnya.
"Kita tidak tahu apakah disetujui atau tidak, termasuk kapan disalurkan bagi yang sudah disetujui, datanya akan segera dikirimkan. Bagi yang belum dapat, harap menunggu," sebutnya.(*)