Jakarta (ANTARA) - Figur publik Atta Halilintar menceritakan bergabung menjadi produser eksekutif dalam film animasi keluarga “Garuda di Dadaku”.
Keputusan Atta bergabung di film animasi “Garuda di Dadaku” itu berkaitan soal anak. Sebagai seorang ayah yang memiliki dua putri yang kerap mengisi waktunya dengan menonton film di bioskop, Atta kerap ingin mendorong tontonan yang lebih dekat dengan anak-anak.
Atta menilai bahwa saat ini film animasi terutama berkaitan dengan anak-anak masih didominasi dari luar negeri.
“Kenapa ini bisa jadi setuju, karena ternyata dengan adanya GDD (Garuda di Dadaku) ini runtutannya aku jadi mikirin anak-anakku. Karena aku tuh setiap minggu pasti ke bioskop karena anak-anakku suka nonton. Ketika anak-anakku nonton kan kita selalu liatnya Baby Shark luar negeri, animasinya banyaknya luar negeri. Saya tuh sangat senang kalau ada animasi Indonesia,” kata Atta dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
“Ketika bakal ada film anak-anak atau film animasi itu aku bisa nonton sama anakku, bisa cerita, bisa menimbulkan semangat buat mereka,” tambah dia.
Selain berkaitan dengan anak, Atta juga mengaku bergabung dengan film animasi “Garuda di Dadaku” juga didasari kecintaannya pada sepak bola serta berkaitan soal legacy.
“Jadi apapun karya yang hari ini kita semua bikin, banyak orang-orang hebat yang ada di karya ini. Ini adalah sebuah legacy yang semoga animasi kita semakin baik, semoga melahirkan mimpi-mimpi baru untuk anak-anak muda Indonesia,” ujar dia.
Diproduksi BASE Entertainment bersama KAWI Animation, film animasi “Garuda di Dadaku” mengisahkan Putra (13), anak laki-laki dengan mimpi besar menjadi pemain tim nasional Indonesia.
Saat kegagalan membuatnya kehilangan keyakinan, kehadiran Gaga mengubah hidupnya dan membawanya pada perjalanan untuk menemukan kembali keberanian. Dalam proses itu, Putra belajar bahwa mimpi besar tidak pernah dicapai sendirian.
Film animasi "Garuda di Dadaku” garapan sutradara Ronny Gani dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 11 Juni 2026.





