Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanggara Pratama
TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Kasus suspek campak rubella di Sampang menunjukkan tren yang perlu diwaspadai.
Hingga akhir Maret 2026, tercatat 90 kasus dengan satu balita dilaporkan meninggal dunia.
Balita berusia dua tahun asal Kecamatan Kedungdung itu diketahui sempat berada di Jakarta sebelum akhirnya dibawa pulang ke Sampang dalam kondisi sakit.
Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi Dinkes dan KB Sampang, Laili Nafilah, mengatakan bahwa gejala penyakit sudah muncul saat anak tersebut masih berada di luar daerah.
"Anak itu sudah sakit ketika di Jakarta, kemudian dibawa pulang ke Sampang untuk mendapatkan penanganan," ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Belasan Balita Suspek Campak di Bondowoso, Dinkes Minta Masyarakat Tak Percayai Hoaks
Namun, sesampainya di Madura, kondisi balita tersebut semakin memburuk. Sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Meski demikian, Laili menegaskan bahwa kasus tersebut tidak sepenuhnya masuk dalam kategori penularan lokal di Sampang, karena infeksi diduga terjadi sebelum pasien tiba di daerah tersebut.
Baca juga: Gara-gara Sopir Mengantuk, Truk Nyungsep ke Parit di Sampang Madura
Di sisi lain, dari total 90 kasus suspek campak yang ditemukan, hanya sebagian kecil yang dapat dipastikan melalui uji laboratorium.
Keterbatasan reagen membuat hanya 11 sampel yang berhasil dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.
"Kami tetap melakukan pemantauan secara intensif di seluruh puskesmas untuk mendeteksi perkembangan kasus dan mencegah penyebaran lebih luas," pungkasnya.