Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo
TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Pemerintah Kota Malang menargetkan relokasi pedagang Pasar Gadang rampung pada April 2026.
Relokasi dilakukan secara bertahap guna memastikan aktivitas pedagang tetap berjalan selama proses penataan berlangsung.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan bahwa tahapan relokasi saat ini telah berjalan, termasuk pemindahan pedagang ke lokasi baru.
“Para pedagang sudah pindah ke lokasi relokasi dan mulai membangun kiosnya masing-masing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses relokasi dilakukan secara bertahap karena melibatkan banyak pedagang, sehingga membutuhkan pendekatan yang tidak bisa dilakukan secara instan.
“Namanya juga memindahkan manusia, bukan barang. Jadi harus bertahap,” jelasnya.
Baca juga: Produsen Tempe Keluhkan Harga Kedelai Naik, Pemkot Malang: Ya Tidak Apa-apa, Semua Tetap Jalan
Pemkot Malang juga memastikan bahwa area yang sebelumnya ditempati pedagang kini sudah dalam kondisi bersih, sesuai target yang dijanjikan Wali Kota Malang sepekan lalu.
“Yang dijanjikan wali kota, sekarang sudah bersih,” tambahnya.
Selain pembangunan kios secara mandiri oleh pedagang, pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti meja dan kursi di lokasi relokasi. Setelah fasilitas tersebut selesai, seluruh pedagang akan dipindahkan secara menyeluruh.
Baca juga: Penataan Pasar Gadang Kota Malang, Pedagang Diberi Waktu Seminggu untuk Pindah
“Kami menunggu meja dan kursi siap. Kalau itu sudah selesai, semua pedagang akan pindah,” katanya.
Eko menegaskan bahwa tidak akan ada penundaan relokasi hingga Mei atau Juni. Seluruh proses ditargetkan selesai dalam bulan April agar pedagang dapat segera kembali berjualan secara optimal.
“Tidak ada yang pindah bulan Mei atau Juni. Semua kami upayakan selesai April ini,” tegasnya.
Ke depan, Pemkot Malang juga akan membangun tambahan satu atap untuk menampung pedagang berikutnya sebagai bagian dari penataan lanjutan.
“Kami akan bangun satu atap lagi untuk menampung pedagang berikutnya. Harapannya, semua segera terlaksana agar pedagang bisa kembali berjualan dengan nyaman,” pungkasnya.
Yuni, pedagang Sembako yang berjualan di pinggir jalan mengaku belum mengetahui jelas jadwal relokasi. Ia justru mendapat kabar dari sesama teman pedagang bahwa relokasi di blok bagian dagangnya akan dilakukan pada bulan Juni 2026.
“Katanya bulan enam direlokasi di blok sini,” ujarnya.
Yuni sendiri tidak menolak untuk menempati lokasi relokasi. Bagi dirinya, yang terpenting adalah ada tempat untuk berjualan.
Tempat saat ini menurutnya kurang ideal karena macet dan jalan rusak. Terlebih ketika hujan, sangat sedikit pembeli yang datang.
“Kalau hujan jadi becek, apalagi juga macet, jadi memang jalan rusak memengaruhi pembeli yang datang,” katanya.
Berbeda dengan Yuni, Rudi, pedagang lainnya mengatakan akan menjalani relokasi pada Mei 2026. Saat ini, dirinya masih berdagang di kiosnya. Belum ada persiapan pembongkaran kios oleh dirinya.
“Kalau blok saya katanya Mei. Saya masih berdagang di kios, jualan ayam,” terangnya.
Di belakang, kendaraan berat menghancurkan kios-kios yang sudah ditinggalkan pedagang. Sejumlah pedagang terlihat bekerja membangun kios di tempat relokasi.
Yusuf Abdullah, warga yang sedang beli kebutuhan di Pasar Gadang berpendapat bahwa Pasar Gadang perlu mendapatkan sentuhan renovasi. Jalanan yang macet dan rusak dinilainya membuat pembeli enggan datang.
“Sejak di rumah saja sudah terbayang bagaimana macetnya pasar ini,” ujarnya.
Yusuf tinggal tidak jauh dari Pasar Gadang. Ia bahkan biasa datang ke pasar jalan kaki.
“Saya pun yang datang kadang jalan kaki juga merasa jenuh melihat kemacetan dan kesemrawutan ini. Memang saatnya dibenahi,” harapnya.