Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah petani usia panen bertahan pada angka Rp6.500 per kilogram (kg) guna menjaga stabilitas harga, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjamin ketersediaan cadangan beras serta menjaga keberlanjutan swasembada komoditas tersebut.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan ketetapan harga itu tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Tahun 2026-2029.
"Inpres ini menetapkan HPP gabah kering panen tetap berada di angka Rp6.500 per kilogram dengan segala kualitas yang telah memasuki usia panen di tingkat petani," kata Amran dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Inpres tersebut menetapkan target pengadaan gabah atau setara beras untuk penguatan stok cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak empat juta ton sepanjang 2026.
Dia menyampaikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menetapkan upaya menjaga stok CBP nasional melalui inpres tersebut.
"Ketahanan pangan nasional, terutama stok cadangan beras pemerintah terus diperkokoh," ujarnya.
Selanjutnya, penyaluran CBP dapat dipergunakan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), pasar umum, bantuan pangan, dan tanggap darurat bencana.
Di samping itu dapat pula disalurkan ke program aparatur sipil negara (ASN), mendukung program pemenuhan gizi nasional, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdee Merah Putih) hingga kerja sama internasional serta bantuan pangan luar negeri.
Amran menuturkan saat ini stok CBP merupakan yang tertinggi dalam sejarah bangsa Indonesia mencapai 4,6 juta ton. Data itu meningkat signifikan bila dibandingkan CBP pada awal April 2024 yang kala itu berada di 740,7 ribu ton. Hal itu merupakan buah dari gagasan besar Presiden Prabowo Subianto.
Sementara apabila dibandingkan terhadap stok CBP awal April 2025, stok CBP pada April tahun 2026 ini telah berhasil ditingkatkan hingga 85,6 persen. Adapun stok CBP pada minggu pertama April tahun 2025 saat itu tercatat sebanyak 2,42 juta ton.
Amran optimistis kokohnya stok CBP dapat mengatasi tantangan geopolitik yang sedang memanas saat ini, termasuk menghadapi dampak fenomena El Nino yang akan menjelang dalam beberapa bulan ke depan.
Untuk itu, pemerintah memastikan masih menerapkan instrumen HPP gabah kering panen di Rp6.500 per kg sebagai penangkal harga gabah petani tidak jatuh saat panen. Spirit petani harus dijaga oleh pemerintah.
"Kemudian, HPP dijaga. Harga Pembelian Pemerintah untuk gabah itu Rp6.500. Kesejahteraan petani, peningkatannya tertinggi selama Republik Indonesia merdeka," tutur Amran.





