TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin, memerintahkan percepatan perbaikan rumah hanyut dan rusak terdampak banjir di Kabupaten Demak.
Banjir Demak yang terjadi, pada Jumat (3/4/2026) pekan lalu, membuat 11 rumah hanyut dan 18 rumah rusak di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak.
Banjir tersebut terjadi karena tanggul Sungai Tuntang jebol.
"Perlu kolaborasi semua pihak untuk mempercepat perbaikan rumah warga terdampak banjir," ujar Taj Yasin, saat meninjau wilayah terdampak di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Guntur, Selasa (7/4/2026).
Dukuh Solondoko merupakan lokasi terparah terdampak banjir Demak.
Taj Yasin menyebut, sudah melakukan asesmen terhadap rumah terdampak tinggal melakukan pemetaan dan perbaikan.
"Kami sudah siapkan bantuan rumah lewat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak tujuh unit," ujarnya.
Sementara untuk perbaikan, Yasin menyatakan akan mengerahkan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Tengah.
"Ansor dan Banser Jawa Tengah dan kabupaten nanti turun untuk membantu tenaga perbaikan rumah," jelasnya.
Selain perbaikan rumah, Yasin juga menyoroti soal banjir yang berulang kali terjadi di Kabupaten Demak.
Ia menilai, membutuhkan kolaborasi antarlembaga untuk mengatasi persoalan tersebut.
"Penanganan tidak bisa sendiri, harus melibatkan antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat," ungkapnya.
Ia menyebut, Pemprov Jateng berupaya agar banjir Demak akibat jebol tanggul Sungai Tuntang tidak terulang.
Pihaknya kini fokus melakukan pengendalian banjir secara menyeluruh.
Warga Trimulyo, Maarif (39) mengatakan, perbaikan rumah kayu bisa memakan anggaran Rp 80 juta.
"Rumah saya hampir 40 persen rusak," kata Maarif.
Tak hanya perbaikan, Maarif mengungkap warga juga membutuhkan bantuan pembersihan lumpur dan puing-puing bangunan rumah.
"Puing bangunan rumah juga tertimbun lumpur atau hanyut," jelasnya.
Hingga Selasa (7/4/2026), sebanyak 5.148 jiwa terdampak banjir Demak.
Dari angka itu, lebih dari separuhnya mengungsi.
Kini, tinggal 12 orang yang masih bertahan di pengungsian di Madrasah Diniah (Madin) Sindon, Desa Trimulyo.
Pada tahun ini, Kabupaten Demak dilanda dua kali banjir besar.
Banjir, pada Jumat (3/4/2026) lalu, merendam sepuluh desa di empat kecamatan, meliputi Kecamatan Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung.
Satu setengah bulan sebelumnya, pada 16 Februari 2026, sembilan desa terendam di Kecamatan Guntur, Kebonagung, dan Sayung. (Iwan Arifianto)