TRIBUNNEWS.COM - Populer regional dimulai dari update kasus pengeroyokan ayah pengantin di Kecamatan Campaka, Purwakarta, Jawa Barat.
Pelaku utama bernama Yogi Iskandar (38) berhasil ditangkap Tim Resmob Satreskrim Polres Purwakarta, Senin (6/4/2026).
Yogi diketahui merupakan mantan narapidana yang pernah dipenjara 3 tahun karena kasus pencurian dengan kekerasan.
Kemudian ada viral video penemuan uang Rp86 juta dalam pintu masjid di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Uang-uang pecahan Rp100.000 itu ditemukan saat takmir hendak melakukan renovasi.
Sementara sosok di balik uang tersebut adalah marbot yang sengaja menabung untuk pembangunan masjid.
1. Sosok Yogi, Aktor Utama Pengeroyok Tewaskan Ayah Pengantin, Pernah Dipenjara 3 Tahun Kasus Curat
Yogi Iskandar (38), aktor utama kasus pengeroyokan yang menewaskan Dadang (58), warga Kecamatan Campaka, Purwakarta ternyata merupakan seorang residivis.
Yodi ditangkap Tim Resmob Satreskrim Polres Purwakarta, Senin (6/4/2026) dalam pelariannya di wilayah Jalan Alternatif Sagalaherang, Kampung Sagalaherang Kaler, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Yogi terpaksa ditembak polisi di bagian kakinya karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.
Sosok Yogi
Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya menyebut Yogi merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan (curat).
Dia pernah dipidana pada 2007 dengan hukuman tiga tahun penjara.
Selain itu, Yogi juga diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap.
Polisi turut mengamankan seorang terduga lain berinisial K (35) yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap korban lainnya dan kini masih dalam pemeriksaan.
"Berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti, yang menyebabkan korban meninggal dunia adalah pelaku YI (Yogi Iskandar)," kata Anom.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman hingga tujuh tahun penjara.
"Pelaku dijerat Pasal 466 Ayat (1) JO Pasal 466 Ayat (3) KUHPIDANA dengan ancaman tujuh tahun penjara," katanya.
Baca selengkapnya.
2. Polres Jepara Hentikan Kasus Pria Bakar Mantan Istri dan Mertua, Ini Alasannya
Polres Jepara menghentikan kasus pria yang bakar mantan istri dan mertua di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Kasus tersebut dihentikan karena pelaku, Wardoyo (64) meninggal dunia. Sementara korban Sriningsih (55) dan ibunya Marigi (90).
Pelaku meninggal karena gagal napas.
Pelaku Wardoyo nekat membakar kedua korban saat sedang tertidur lelap, Jumat (3/4/2026) dini hari sekiranya pukul 01.45 WIB.
AKP M Faizal Wildan menyebut, kedua korban sempat dilarikan ke RSUD RA Kartini Jepara.
Namun korban Margi meninggal dunia kurang dari 24 jam setelah kejadian aksi pembakaran. Sementara korban Sriningsih hingga kini masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Kasatreskrim mengungkapkan, pelaku Wardoyo mencoba mengakhiri hidupnya setelah melakukan pembakaran.
Pelaku meminum cairan yang biasa dijadikan sebagai obat tanaman hingga mengalami muntah-muntah.
Jajaran kepolisian sempat membawa pelaku ke Rumah Sakit dr Rehatta Keling untuk mendapatkan perawatan medis.
"Sejak malam itu kejadian pembakaran, pelaku langsung mendapatkan perawatan di rumah sakit karena mengalami gangguan kesehatan usai mencoba bunuh diri," terangnya, Selasa (7/4/2026).
Selama pelaku menjalani perawatan, lanjut AKP M Faizal Wildan, pelaku belum bisa dimintai keterangan terkait peristiwa pembakaran Sriningsih dan Margi.
Kata dia, jantung Wardoyo juga tidak stabil selama menjalani perawatan.
Kondisi tenggorokan juga mengalami luka setelah pelaku meminum obat untuk tanaman.
Baca selengkapnya.
3. Sosok Mahasiswa Untirta Serang Terduga Pelaku Pelecehan, Dosen Wanita Direkam di Toilet
Kasus dugaan pelecehan di lingkungan perguruan tinggi kembali menjadi sorotan publik.
Peristiwa seorang mahasiswa yang kedapatan mengintip sekaligus merekam wanita di toilet menunjukkan bahwa ruang akademik masih rentan terhadap kekerasan berbasis gender.
Pelaku merupakan mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang, Banten berinisial MZ.
Kasus ini telah dilaporkan ke kepolisian dengan korban seorang dosen wanita Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untirta.
Kabid Humas Polda Banten, Maruli Ahiles Hutapea, menyatakan dugaan pelecehan terjadi di toilet kampus pada Rabu (1/4/2026) dan laporan diterima pada Kamis (2/4/2026).
Pelaku langsung diamankan keamanan kampus dan sempat mengelak merekam di toilet.
Mahasiswa jurusan Perbankan dan Keuangan tersebut kedapatan menyimpan video dan foto hasil rekaman di toilet kampus.
Sejumlah saksi diperiksa untuk mengungkap kasus pelecehan.
"Akan memanggil para pihak yang mengetahui kejadian tersebut," paparnya.
Jika terbukti melakukan pelecehan, pelaku dapat dijerat Pasal 14 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
Humas Untirta, Adhitya Angga Pratama, membenarkan adanya mahasiswa yang ketahuan merekam dosen wanita saat di toilet.
Baca selengkapnya.
4. Profil Nyak Sandang dan Cerita Penyumbang Pesawat Pertama RI asal Aceh, Wafat di Usia 100 Tahun
Tokoh masyarakat sekaligus sosok bersejarah dalam perjuangan bangsa Indonesia, Teungku Nyak Sandang bin Lamudin, meninggal dunia pada usia 100 tahun, Selasa (7/4/2026) pukul 12.20 WIB di kediamannya, Gampong Lhuet, Kecamatan Jaya.
Kabar tersebut dibenarkan oleh Camat Jaya, Syamsuddin. “Iya benar, beliau sudah meninggalkan kita semua,” ujarnya saat dikonfirmasi Serambinews.com.
Kepergian Nyak Sandang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat. Sejumlah warga berdatangan ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.
Sejarah Dakota RI-001 Seulawah
Nyak Sandang dikenal luas sebagai tokoh yang ikut menyumbangkan harta pribadinya demi membeli pesawat pertama Republik Indonesia, Seulawah RI-001, pada masa Presiden Soekarno.
Pada tahun 1948, di usia 23 tahun, ia menjual sepetak tanah dan emas 10 gram, lalu menyerahkan Rp100 kepada negara.
Dari masyarakat Aceh, Bung Karno menerima sumbangan sebesar SGD 120.000 dan sekitar 20 kilogram emas murni.
Dana tersebut digunakan untuk membeli dua pesawat Dakota, Seulawah RI-001 dan RI-002, yang menjadi cikal bakal lahirnya Garuda Indonesia.
Pesawat Dakota RI-001 Seulawah menjadi salah satu simbol penting dalam sejarah awal penerbangan Republik Indonesia.
Pesawat angkut jenis Dakota ini dibeli dari hasil sumbangan rakyat Aceh pada pertengahan 1948, di masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Baca selengkapnya.
5. Viral Penemuan Uang Rp86 Juta dalam Pintu Masjid di Lombok, Sosok Pemiliknya Terungkap
Video yang memperlihatkan penemuan uang Rp86 juta dalam pintu masjid di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), viral lewat media sosial.
Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, video penemuan uang itu tersebar luas di platform Facebook.
Pada awal rekaman, tampak sejumlah pria menghitung uang kertas pecahan Rp100.000 di lantai masjid.
Anehnya, uang-uang itu bukan dikeluarkan dari kotak amal, namun dari dalam sebuah pintu.
Pintu itu terbuat dari dua lembar kayu triplek yang menyisakan ruang di antaranya.
Di situlah uang-uang tersebut disimpan selama ini.
Hingga Senin (6/4/2026), video penemuan uang dalam pintu masjid sudah ditonton lebih dari 197 ribu kali.
Warganet ikut meramaikan dengan berbagai komentarnya.
Sementara itu, belakangan terungkap video direkam di Masjid Babussalam, Desa Semparu, Lombok Tengah.
Ketua Pembangunan Masjid Babussalam, TGH Lalu Muhdar Mukhtarullah membenarkan penemuan tersebut.
Ia mengatakan, uang-uang ditemukan secara tidak sengaja.
Semua bermula saat masjid hendak direnovasi, pada Minggu (6/4/2026).
Kemudian ada salah satu pintu kayu tua dibongkar.
Baca selengkapnya.
(Tribunnews.com)