Kebakaran Rumah di Sidakarya Bali, 1 Korban Meninggal, Tubuh Ni Wayan Pasthi Hangus Terbakar
Putu Dewi Adi Damayanthi April 08, 2026 07:35 AM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Seorang nenek bernama Ni Wayan Pasthi (77) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan, pada Selasa 7 April 2026 siang.

Ia terjebak saat rumahnya terbakar di Jalan Kerta Dalem Sari, Gang Cemara No. 11 B, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, Bali.

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 12.25 WITA. warga di lokasi, Ramada Yanti (56), yang baru saja pulang dari pasar, dikejutkan kobaran api yang membubung tinggi dari rumah di depan kediamannya.

Teriakan histeris Ramada memicu kepanikan warga sekitar.

Baca juga: TRAGEDI Kebakaran Hanguskan Villa di Sanur, Penyebabnya Masih dalam Proses Penyelidikan Kepolisian!

Ramada berteriak minta tolong, tetangga berdatangan dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun api sudah sangat besar.

Upaya warga untuk menyelamatkan korban sempat terhalang besarnya api.

Kemudian Kadek Ariantara (55), mendengar teriakan warga bahwa ada orang di dalam rumah tersebut.

Namun, suhu panas yang ekstrem dan asap hitam pekat membuat warga tidak bisa berbuat banyak.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), api diduga kuat berasal dari percikan api dupa.

“Penyebabnya diduga akibat api dupa, sebelum kebakaran cucu korban melaksanakan sembahyang di kamar suci lalu ditinggal keluar,” ujar Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Agus Adi Apriyoga.

“Korban ditemukan di bagian dapur dengan posisi badan miring ke kanan, kepala berada di sebelah selatan. Sebagian besar tubuh korban hangus terbakar,” imbuh dia.

Meninggalnya korban akibat terbakar karena saat terjadinya kejadian kebakaran korban di rumah seorang diri serta kondisi korban yang sudah renta sehingga tidak bisa menyelamatkan diri.

Kondisi di dalam rumah pasca kebakaran memperlihatkan kerusakan total.

Puing-puing kayu yang menghitam, atap seng yang ambruk menutupi lantai, serta dinding rumah hangus.

Di tengah reruntuhan dapur yang dipenuhi genangan air sisa pemadaman, tubuh renta korban ditemukan terbujur kaku di antara perabotan yang telah menjadi arang.

Kepala Bidang Damkar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, Wayan Karma, menyatakan pihaknya mengerahkan seluruh kekuatan untuk menjinakkan api agar tidak merembet ke bangunan lain.

“Kami mengerahkan 7 unit armada pemadam dari semua pos, dibantu tim Rescue dan BPBD,” ungkap Wayan Karma.

“Luas area yang terbakar sekitar 1 are, dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100 juta, termasuk satu unit sepeda motor dan surat-surat berharga,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana menambahkan, pihaknya bergerak cepat sesaat setelah menerima laporan warga pada pukul 12.30 WITA.

Tirana menjelaskan armada pertama dikerahkan dari pos terdekat, yakni Pos Juanda (Renon).

Berdasarkan catatan waktu, petugas hanya membutuhkan waktu enam menit untuk tiba di titik api.

Namun, laporan dari lapangan menunjukkan situasi yang sudah kritis.

“Dari Pos Juanda menginformasikan kembali bahwa api sudah sangat besar, sehingga seluruh pos kami luncurkan. Total ada 7 unit yang atensi ke lokasi,” ujar Tirana.

“Kami tiba di sini dalam waktu 6 menit dari Pos Juanda, tapi saat sampai, api memang sudah besar sekali,” sambungnya.

Pengerahan masif seluruh pos ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar api tidak merembet ke bangunan di sekitarnya.

“Rumah-rumah yang lain bisa kita selamatkan, tidak sampai merembet,” tuturnya.

Terkait adanya korban jiwa, Tirana menyampaikan korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumah.

Korban diduga tidak mampu menyelamatkan diri karena faktor usia yang renta.

“Di dalam rumah itu hanya ada ibu lansia tersebut. Kondisinya tidak bisa keluar dan akhirnya menjadi korban kebakaran,” jelas Tirana.

Saat kejadian berlangsung, korban diketahui sedang seorang diri di rumah karena anggota keluarga lainnya sedang bekerja.

Petugas kepolisian telah memasang garis kuning di depan gerbang rumah yang kini temboknya hangus menghitam.

Warga berkerumun menyaksikan tim evakuasi yang mengenakan masker dan perlengkapan pelindung saat mengangkat kantong jenazah oranye berisi jasad korban.

Sekitar pukul 14.30 WITA, api dipastikan sepenuhnya padam.

Jenazah Ni Wayan Pasthi dievakuasi menggunakan ambulans Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar menuju kamar jenazah RSUP Prof. Ngoerah untuk penanganan lebih lanjut.

Hingga saat ini, pihak keluarga korban masih dalam kondisi syok.

Rumah tersebut dihuni 5 orang, meliputi korban, IMPY anak korban atau Kepala Keluarga, NWNS menantu korban, IGDP cucu korban, IMDGP cucu korban. (ian)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.