BANGKAPOS.COM - Aksi seorang perawat, RA yang videonya viral karena berjoget saat proses operasi di RSUD Datu Beru, Takengon Aceh Tengah menuai sorotan publik.
Peristiwa tersebut ramai jadi perbincangan di media sosial karena dinilai tidak pantas dilakukan di ruang medis yang seharusnya steril dan penuh etika.
Pihak rumah sakit pun bergerak cepat untuk menindaklanjuti insiden tersebut demi menjaga profesionalitas pelayanan.
Menurut Kepala Humas RSUD Datu Beru, Himawan, perawat yang bertugas di bagian bedah itu juga langsung ditarik dari layanan operasi.
"Yang bersangkutan sudah dinonaktifkan serta ditarik dari layanan bedah. Kami menyayangkan terjadinya aksi perawat tersebut saat dokter sedang melakukan operasi pasien," katanya, Jumat (3/4/2026) melansir TribunnewsMaker.com dan TribunBogor.com.
Baca juga: Suami Tak Terlihat Beberapa Bulan, Istri Bos Timah Suyatno Alias Asui Diperiksa Bareskrim Polri
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pihak rumah sakit tidak mentoleransi tindakan yang dianggap melanggar etika profesi.
Lebih lanjut, Himawan menjelaskan bahwa perawat tersebut berstatus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ia juga telah diserahkan kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Aceh Tengah untuk proses pembinaan lebih lanjut.
"Yang bersangkutan tidak lagi aktif di rumah sakit.
Rumah sakit juga sudah mengembalikan yang bersangkutan kepada BKPSDM untuk pengawasan dan pembinaan," ujarnya.
Dari hasil investigasi internal, diketahui bahwa perawat tersebut sebenarnya sudah beberapa kali mendapatkan peringatan terkait larangan merekam video di ruang bedah.
Baca juga: Pemerintah Resmi Pangkas Perjalanan Dinas ASN, Dalam Negeri 50 Persen, Luar Negeri 70 Persen
Aturan rumah sakit sendiri dengan tegas melarang penggunaan telepon genggam di area tersebut demi menjaga sterilisasi dan fokus tim medis.
Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan hingga akhirnya video berjoget itu tersebar luas dan menjadi viral.
"Aksi perawat berjoget tersebut tidak mengganggu dokter yang sedang menangani pasien.
Akan tetapi, aksi perawat tersebut tidak beretika dan tidak profesional, sehingga menimbulkan pro kontra di masyarakat," tuturnya.
Kasus ini pun menjadi pengingat penting tentang batasan perilaku tenaga kesehatan di ruang kerja yang menyangkut keselamatan dan kepercayaan publik.
Sementara itu, Direktur RSUD Datu Beru, Gusnarwin menyesalkan tindakan perawat tersebut dan menegaskan tidak menolerirnya.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyaman yang ditimbulkan. Kami juga berkomitmen menjaga profesionalitas serta kepercayaan masyarakat," ucapnya.
Menurut Gusnarwin, pihak rumah sakit sudah memeriksa oknum perawat tersebut serta memberikan pembinaan sesuai mekanisme yang berlaku di rumah sakit. Perawat tersebut juga sudah mengembalikan yang bersangkutan ke BKPSDM Kabupaten Aceh Tengah.
"Tindakan perawatan tersebut dilakukan spontan di area belakang ruang operasi. Operasi tidak terganggu dan prosesnya berjalan sesuai standar medis dan dokter tetap fokus pada keselamatan pasien," terangnya.
Baca juga: Kompak 3 Dewan Pangkalpinang Dipanggil Kejari, Tumpangi Mobil Putih, Diperiksa hingga 2,5 Jam
Perawat yang videonya viral karena berjoget di ruang operasi RSUD Datu Beru telah menyampaikan permintaan maaf melalui video.
"Saya Riga Septian Bahri perawat kamar operasi, terkait video viral joget-joget itu spontan dari saya sendiri," ucapnya berdasarkan rekaman video yang diterima Kompas.com, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, video itu tidak memiliki maksud tertentu, hanya sebuah keisengan yang tidak mengandung unsur politik atau sindiran kepada pihak tertentu.
"Tidak ada maksud politik dan menyindir siapa pun," lanjut dia. Ia kemudian menyampaikan permintaan maaf atas ulahnya yang menuai berbagai kecaman itu.
"Dari hati kecil saya yang paling dalam, saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak rumah sakit, kepada masyarakat yang tidak senang melihat video saya, dari hati kecil saya yang paling dalam saya mohon maaf," ucap Riga, sembari merapatkan kedua telapak tangannya di depan kamera sebagai simbol permintaan maaf tersebut.
Ia kemudian berucap berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang dianggap mencederai dunia medis di RSU Datu Beru tersebut.
Menanggapi polemik yang terjadi, ia akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Permintaan maaf tersebut diharapkan dapat meredakan kegaduhan yang sempat terjadi akibat aksinya yang menuai kontroversi.
Seperti diketahui, jagat media sosial dihebohkan oleh beredarnya video seorang tenaga kesehatan yang berjoget di dalam ruang operasi saat tindakan medis berlangsung.
Peristiwa tersebut terjadi di RSUD Datu Beru dan memicu sorotan publik karena dinilai tidak sesuai dengan etika profesi.
Video tersebut pertama kali diunggah melalui platform TikTok dan langsung menuai beragam reaksi dari netizen.
Dalam rekaman yang beredar, seorang perawat berinisial RA terlihat menari mengikuti musik DJ di dalam ruang operasi.
Saat itu, tiga dokter tengah melakukan prosedur pembedahan terhadap pasien.
Aksi tersebut dinilai mengganggu konsentrasi dan mencoreng profesionalitas tenaga medis.
Bahkan dalam video, terlihat beberapa dokter menunjukkan ekspresi keheranan terhadap perilaku tersebut.
(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor/TribunJateng/Bangkapos.com)