SRIPOKU.COM, MARTAPURA– Peristiwa penusukan tragis yang menewaskan seorang lansia terjadi di halaman Masjid Romadhon, Desa Kota Baru, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, pada Selasa (7/4/2026) sore.
Insiden berdarah tersebut berlangsung cepat, hanya dalam hitungan menit, dan menggegerkan warga sekitar yang tengah bersiap menjalankan ibadah.
Korban diketahui bernama Roni (73). Saat kejadian sekitar pukul 17.59 WIB, korban tengah duduk santai di halaman masjid seperti aktivitas rutinnya menjelang waktu salat.
Namun suasana yang semula tenang mendadak berubah mencekam.
Seorang pria berinisial RA (24) datang menghampiri korban. Berdasarkan keterangan sementara, keduanya sempat terlibat percakapan singkat yang tidak menimbulkan kecurigaan warga di sekitar lokasi.
Tak lama berselang, pelaku secara tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam dan langsung menyerang korban.
Serangan dilakukan secara brutal dan bertubi-tubi, menyasar bagian vital tubuh korban, mulai dari dada, perut, tangan hingga kepala.
Korban yang sudah lanjut usia sempat berusaha menyelamatkan diri dari amukan pelaku. Namun, karena kondisi fisik yang lemah serta luka yang cukup parah, korban akhirnya tersungkur di lokasi kejadian.
Akibat luka serius yang diderita, korban dinyatakan meninggal dunia di tempat.
Warga yang menyaksikan kejadian tersebut sontak panik dan segera melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian.
Tak butuh waktu lama, jajaran Polres OKU Timur langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Petugas gabungan dari piket Samapta, unit Reskrim, dan tim Identifikasi segera melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Hasilnya, hanya dalam waktu sekitar 11 menit setelah kejadian, tepatnya sekitar pukul 18.10 WIB, pelaku berhasil diamankan di sekitar area kejadian tanpa perlawanan.
Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono SIK MH melalui Kasat Reskrim IPTU Rendi Ramadhona menjelaskan bahwa cepatnya penangkapan pelaku tidak lepas dari kesiapsiagaan anggota di lapangan.
“Begitu laporan diterima, anggota langsung bergerak cepat ke lokasi. Koordinasi berjalan dengan baik sehingga pelaku bisa segera diamankan sebelum melarikan diri lebih jauh,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan, respons cepat tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Setelah pelaku diamankan, tim Identifikasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti penting dari lokasi kejadian.
Barang bukti tersebut di antaranya satu bilah pisau bergagang kayu yang diduga digunakan pelaku, dua pasang alas kaki, serta kopiah milik korban.
Sementara itu, jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD Martapura untuk dilakukan visum guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami motif di balik aksi penusukan tersebut.
“Kami masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka untuk mengungkap motif secara utuh, termasuk kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi kejadian ini,” jelas IPTU Rendi.
Terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan kekerasan di wilayah Sumatera Selatan.
“Kecepatan pengungkapan ini adalah bukti kesiapsiagaan anggota di lapangan. Negara harus hadir memberikan rasa aman, dan kami pastikan setiap tindak kekerasan akan ditindak tegas,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami mengajak masyarakat untuk mempercayakan proses hukum kepada kepolisian serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” tambahnya.
Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres OKU Timur.