TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Gelandang asal Jepang, Teppei Yachida, tampil sebagai aktor intelektual di balik kemenangan meyakinkan Bali United atas PSBS Biak dalam laga pekan ke-26 Super League 2025/26 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
Pemain yang baru didatangkan pada paruh musim ini resmi dinobatkan sebagai Man of the Match (MOTM) setelah mendominasi lini tengah dan mencatatkan namanya di papan skor.
Kehadiran Yachida di atas rumput Dipta menjadi pembeda yang signifikan. Sejak menit awal, ia menjalankan peran sebagai motor serangan sekaligus perusak ritme permainan lawan.
Baca juga: Bali United Gilas PSBS Biak 6-1, Johnny Jansen Sesumbar: Seharusnya Bisa 10 Gol Hari Ini
Pergerakannya yang dinamis membuat lini tengah Serdadu Tridatu tampil lebih cair dibandingkan laga-laga sebelumnya.
Peran vital ini bukan tanpa alasan, sebab pelatih Johnny Jansen memberikan instruksi khusus bagi eks pemain Kyoto Sanga tersebut untuk tampil lebih menyerang.
Mantan pemain Timnas Jepang U23 ini mengungkapkan bahwa performa apiknya merupakan buah dari instruksi strategis tim pelatih.
Baca juga: Marian Akui Masalah Internal dan Minim Persiapan Jadi Penyebab Kekalahan PSBS dari Bali United
"Pelatih meminta saya untuk membantu tim dengan mencetak gol. Diego Campos memberi saya umpan bagus di posisi yang tepat, jadi yang harus saya lakukan hanyalah mencetak gol untuk tim," ujar Yachida, pada Rabu 8 April 2026.
Koordinasi apiknya dengan Diego Campos memang menjadi momok bagi pertahanan PSBS Biak sepanjang pertandingan.
Kemenangan ini sekaligus menjadi momentum kebangkitan bagi Bali United setelah pada pekan sebelumnya harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Persis Solo.
Pemain berusia 24 tahun ini mengakui bahwa kekalahan tersebut meninggalkan luka mendalam bagi seluruh elemen tim, yang kemudian dikonversi menjadi energi positif dalam sesi latihan intensif selama jeda kompetisi.
"Saya merasa kecewa dengan hasil pekan sebelumnya, jadi saya berlatih keras setelah waktu libur, dan itu membuahkan hasil yang baik untuk tim pekan ini," ungkapnya.
Menurut Yachida, pesta gol yang tersaji di Stadion Dipta merupakan bukti sahih bahwa evaluasi tim berjalan efektif.
"Sesi latihan yang maksimal dalam persiapan minggu ini jelas membuahkan hasil yang baik bagi tim Bali United," ucap dia.
Kedatangan eks pemain RB Omiya ke Bali United di paruh musim ini memang memicu ekspektasi tinggi dari publik Pulau Dewata.
Menggantikan pos yang ditinggalkan pemain asing sebelumnya, Yachida diharapkan mampu menjadi pelengkap kekuatan yang kurang sempurna di sektor gelandang serang.
Adaptasinya yang tergolong cepat membuktikan kualitasnya sebagai pemain berkelas di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Kini, dengan koleksi gelar MOTM di saku, Yachida tidak ingin cepat berpuas diri. Menatap sisa musim yang semakin krusial, pemain bernomor punggung 17 ini mematok target tinggi demi membawa Bali United bersaing di papan atas klasemen.
"Saya ingin memiliki peluang di setiap pertandingan, jadi saya ingin terus mencetak gol dan membantu tim meraih kemenangan," tegasnya.
Performa gemilang Yachida seolah mengirimkan pesan kuat kepada rival-rival di Super League bahwa Bali United telah menemukan kembali sentuhan terbaiknya.
Dengan kreativitas dan naluri gol yang mulai terasah, Teppei Yachida diprediksi akan terus menjadi nyawa permainan Serdadu Tridatu hingga akhir musim nanti.
HIngga saat ini dengan 9 laga yang dilaluinya bersama Serdadu Tridatu, pemain kelahiran 1 November 2001 ini sudah mengoleksi 3 gol dan 1 assist dibalik peran vitalnya di atas rumput hijau. (*)