BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Keberadaan bangunan cagar budaya eks Sekolah Tionghoa Chung Hwa di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Hal itu disampaikan oleh Anggota DPRD Bangka Barat, Eddy Arif.
Ia meminta pemerintah daerah tidak sebatas wacana, berbicara mengenai pelestarian budaya.
Tetapi juga langkah nyata dalam perawatan dan rehabilitasi agar bangunan bersejarah tersebut dapat kembali seperti sedia kala.
"Pemerintah harus memperhatikan, bukan hanya bicara masalah budaya. Tetapi bagaimana supaya daerah tersebut bisa dirawat dengan benar. Bangunan cagar budayanya direhap lagi, seperti sedia kala," kata Eddy kepada Bangkapos.com, Selasa (7/4/2026).
Dikatakan politikus Gerindra ini, perhatian pemerintah terhadap cagar budaya dinilai penting, baik dari sisi perawatan maupun edukasi kepada masyarakat.
Hal ini bertujuan agar nilai sejarah yang terkandung di dalamnya tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
"Tetapi itulah kendala sekarang ini, anggaran kita minim, tetapi seharusnya pemerintah bisalah mencari dana-dana tersebut untuk memperbaiki dan membangkitkan cagar budaya kita," katanya.
Menurutnya minimnya dana, diharapkan tak menjadi faktor utama yang menghambat perawatan dan pengembangan cagar budaya di daerah Bangka Barat.
Sebagai perbandingan, Eddy mencontohkan keberhasilan pengelolaan kawasan wisata berbasis sejarah di Belitung Timur, seperti rumah sekolah Laskar Pelangi dapat menjadi contoh.
Lokasi tersebut menurutnya, mampu menjadi pusat kunjungan wisata yang mampu menarik banyak wisatawan karena dikelola dengan baik.
"Bangunan sekolah Laskar Pelangi saat ini menjadi pusat kunjungan wisata. Kalau itu dikelola dengan baik tentunya akan menarik wisatawan untuk berkunjung ke Mentok," terangnya.
Dengan potensi yang dimiliki, Eddy, berharap kawasan cagar budaya di Mentok dinilai dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis memori dan sejarah.
"Perlu ada upaya perbaikan, termasuk pembangunan ulang dengan model menyerupai bentuk lama. Diharapkan mampu mengembalikan fungsi bangunan, seperti sekolah pada masa lampau," ujarnya.
Ia mengharapkan, sejumlah gedung cagar budaya di Bangka Barat dapat dikelola secara optimal kedepannya.
"Mentok dikenal dengan daerah sejarah, inilah yang menjadi daya tarik wisata baru yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar," tutupnya.
(Bangkapos.com/Riki Pratama)