BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Wilayah ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mendapat perhatian khusus terkait ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki musim kemarau 2026.
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengatakan kawasan Liang Anggang di Banjarbaru, termasuk area sekitar bandara, merupakan daerah rawan karhutla.
Ia menyebutkan bahwa beberapa wilayah di sekitar Banjarbaru akan menjadi prioritas pembangunan kanal guna mengurangi risiko karhutla, termasuk untuk melindungi area sekitar bandara.
"Hal yang paling kita programkan ke depan adalah pembuatan kanal. Artinya, membenahi kanal-kanal yang sudah ada. Jangan sampai kita hanya fokus pada banjir, padahal kita juga menghadapi karhutla," ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah memerintahkan Dinas Kehutanan untuk membuat kanal yang berfungsi sebagai resapan air, agar kondisi tanah tetap lembap.
Baca juga: Tangis Tunangan Pecatan Polisi Pecah di Sidang Pembunuhan Mahasiswi ULM, Ungkap Soal Rencana Menikah
Baca juga: Geger Penemuan Jasad Sopir Truk, Kondisi Tangan Terikat dan Babak Belur
"Kalau kanal terisi air, tanah di sekitarnya akan selalu basah. Mudah-mudahan tidak cepat kering," jelasnya.
Menurut Muhidin, wilayah seperti Liang Anggang dan Guntung Damar yang dekat dengan bandara memiliki lapisan batu putih di bawah permukaan tanah yang membuat proses penyerapan air berlangsung lebih lambat.
"Namun, air tetap bisa meresap dan menyebar ke daerah lain. Yang penting, tanah di sekitarnya tidak mengalami kekeringan dan tetap basah," tambahnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)