Penambang di Parittiga Tewas Tersambar Petir dan Pentingnya Pendeteksi Dini Temuan Dosen Unmuh Babel
Dedy Qurniawan April 08, 2026 11:03 AM

BANGKAPOS.COM, PARITTIGA – Peristiwa tragis terjadi di perairan Laut Belembang, Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, pada Selasa (7/4/2026) sore.

Empat orang pekerja tambang tersambar petir saat tengah beraktivitas di atas ponton tambang timah.

Akibat kejadian tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, dan dua lainnya luka ringan.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Eko (46), yang merupakan warga Desa Bakit.

Eko sempat dilarikan ke Puskesmas Sekar Biru menggunakan ambulans, namun ia mengembuskan napas terakhir setibanya di sana.

Camat Parittiga, Adhian Zulhajjany, membenarkan terjadinya peristiwa maut yang menimpa para penambang tersebut.

Ia menjelaskan bahwa insiden memilukan itu terjadi sekitar pukul 14.02 WIB.

"Data detail belum ada, namun tadi ada kabar satu orang meninggal dunia, satu orang luka berat dirujuk ke RSUD, dan dua orang luka ringan," ujar Adhian kepada wartawan Bangkapos.com, Riki Pratama, Selasa (7/4/2026).

Adhian menambahkan bahwa saat kejadian, cuaca di lokasi tiba-tiba berubah menjadi mendung gelap disertai hujan dan kilatan petir.

"Memang cuaca di Parittiga dan sekitarnya sekitar pukul 14.30 WIB tiba-tiba mendung, lalu hujan diiringi kilat," katanya.

Jenazah korban meninggal dunia saat ini telah berada di rumah duka dan direncanakan akan dimakamkan pada Rabu (8/4/2026) pagi.

Adhian mengimbau warga agar lebih waspada dan segera mengambil tindakan pencegahan saat terjadi cuaca buruk guna menghindari risiko serupa di area terbuka.

Menanti Pendeteksi Dini Petir dari Dosen Unmuh Babel

Kejadian tragis yang menimpa penambang di Parittiga ini kembali menegaskan betapa tingginya risiko keselamatan kerja di sektor tambang rakyat Bangka Belitung akibat faktor alam.

Baca juga: Tragedi Petir di Bangka Belitung, Kronologi, Korban, Penyebab, dan Tips Menghindari Sambaran Petir

Sebagai informasi, kondisi kerentanan ini sempat jadi sorotan dan jadi latar belakang tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung mengembangkan inovasi sistem deteksi dini petir berbasis Internet of Things (IoT).

Penelitian ini merupakan bagian dari Program Penelitian DPPM Tahun 2025 di bawah naungan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Tim peneliti yang diketuai oleh Zikri Wahyuzi, S.T., M.Kom., menyadari bahwa pekerja tambang dan perkebunan adalah kelompok yang paling terancam oleh fenomena ini.

Zikri menjelaskan bahwa karakteristik lahan terbuka di Bangka Belitung sangat rentan terhadap sambaran petir jenis cloud-to-ground yang berisiko fatal bagi nyawa manusia.

“Selama ini, insiden petir sering dianggap faktor alam yang tak terhindarkan,” ujar Zikri dalam sebuah kesempatan pada Desember 2025 silam.

“Padahal, dengan pendekatan teknologi yang tepat, risiko hilangnya nyawa seperti yang terjadi di Parittiga ini seharusnya dapat ditekan,” tegasnya.

Sistem IoT yang dikembangkan tim Unmuh Babel bekerja secara real-time memanfaatkan sensor cuaca multiparameter dan sensor petir AS3935.

Perangkat tersebut terintegrasi melalui Arduino ganda dan Raspberry Pi 5 yang berfungsi memantau aktivitas petir secara akurat melalui dasbor pemantauan.

“Fokus kami murni pada IoT agar sistem lebih sederhana, stabil, dan mudah diterapkan di wilayah terpencil, termasuk area pertambangan,” jelas Zikri.

Saat ini, sistem pendeteksi dini tersebut masih dalam tahap pengembangan dan pengujian laboratorium sebelum benar-benar diterjunkan ke lapangan.

Ke depan, tim berencana mengintegrasikan fitur peringatan dini berupa sirene lokal yang dapat memberikan aba-aba evakuasi seketika kepada para penambang saat petir terdeteksi.

Inovasi ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk memperkuat mitigasi bencana alam dan mencegah terulangnya kembali tragedi sambaran petir yang merenggut nyawa di Negeri Laskar Pelangi. (bangkapos.com/ Riki Pratama/*/E0)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.