Berpacu dengan Api, Manggala Agni Amankan Rumah Warga di Tengah Karhutla Bengkalis
Firmauli Sihaloho April 08, 2026 11:29 AM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Upaya cepat dan sigap petugas dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menunjukkan hasil positif.

Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera terus berjibaku di sejumlah titik di Kabupaten Bengkalis, Riau, demi memastikan api tidak meluas, bahkan nyaris menyentuh permukiman warga.

Salah satu momen krusial terjadi di Desa Kembung Luar, Kecamatan Bantan, ketika api mendekati rumah-rumah warga. 

Berkat kerja keras tim di lapangan, potensi bencana yang lebih besar berhasil dicegah.

Personel yang bertugas tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga melakukan upaya pengamanan terhadap rumah warga yang terancam.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap operasi penanganan Karhutla.

"Tim di lapangan bergerak cepat untuk menghalau api agar tidak menjalar ke permukiman. Upaya ini menjadi prioritas kami, selain memastikan kebakaran benar-benar padam melalui proses mopping up yang menyeluruh,” ujarnya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Riau Hari ini, Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah

Baca juga: Breaking News: Wakapolda Polda Riau Turun ke Kuansing Tertibkan Kawasan PETI

Secara umum, perkembangan penanganan Karhutla pada Selasa (7/4/2026) menunjukkan tren positif. 

Di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, kebakaran akhirnya dinyatakan padam setelah lima hari proses pemadaman intensif yang dibantu hujan pada dini hari. 

Sementara itu, di Desa Palkun dan Kelemantan Barat, proses pemadaman masih terus dilanjutkan mengingat kondisi bahan bakar yang cukup padat dan berpotensi memicu titik api baru.

Di Desa Kembung Luar sendiri, proses mopping up masih berlangsung untuk memastikan tidak ada sisa api yang dapat memicu kebakaran ulang. 

Operasi bahkan dilakukan hingga malam hari atas permintaan warga yang membutuhkan perlindungan tambahan bagi rumah mereka.

Selain upaya darat, operasi modifikasi cuaca (OMC) juga terus dilakukan dengan dua sortie di wilayah Dumai–Rohil dan Bengkalis–Kepulauan Meranti. 

Namun, upaya water bombing (WB) belum dapat dilaksanakan karena kondisi cuaca yang kurang mendukung. Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.