Tradisi Haul Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi Tuban, 3.000 Warga Ikuti Pawai
Wiwit Purwanto April 08, 2026 11:49 AM

 

SURYA.CO.ID TUBAN – Ribuan warga Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, menggelar tradisi unik saat puncak acara Haul Agung Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi 1447 Hijriah/2026 Masehi, Rabu (8/4/2026).

Tradisi yang masih dijaga masyarakat setempat tersebut, berupa pawai keliling desa yang diikuti sekitar 3.000 peserta.

Menariknya, pawai tidak hanya diikuti masyarakat umum, tetapi juga puluhan anak yang akan mengikuti khitan massal pada Kamis (9/4/2026) esok.

Pawai semakin meriah dengan berbagai hiburan seperti barongsai, grup jedor, drumband, serta partisipasi tokoh masyarakat dan sejumlah elemen warga lainnya.

Rute pawai, dimulai dari Masjid Ibrahim  dan berakhir di area parkir peziarah makam Asmoroqondi.

Baca juga: Haul Ke-101 Syaikhona Kholil, Basmara Kaltim Bagikan 8.000 Paket Makanan Gratis

Sepanjang perjalanan, warga tampak antusias menyaksikan arak-arakan yang menjadi bagian dari tradisi tahunan tersebut.

 Tradisi Lokal Masyarakat

Ketua Yayasan Masjid Ibrahim Asmoroqondi, Sukardi, mengatakan bahwa kegiatan pawai tersebut merupakan tradisi yang telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari tradisi lokal masyarakat setempat dalam memperingati Haul di setiap tanggal 19 Syawal dalam penanggalan hijriah

“Untuk kegiatan pagi hari ini diikuti sekitar 3.000 peserta, terdiri dari grup drumband, grup jedor, barongsai, tokoh masyarakat, serta pengurus dan panitia,” ujar Sukardi.

Lebih lanjut Sukardi menjelaskan jika, untuk peserta khitan massal, pada tahun ini mencapai sekitar 80 anak. Jumlah ini masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan alasan dilibatkannya peserta khitan dalam pawai agar mereka terhibur sebelum besoknya dikhitan.

“Peserta khitan sekitar 80 peserta. Mereka ikut dalam pawai agar merasa senang sebelum khitan,” imbuhnya.

Baca juga: Haul ke-77 Tan Malaka di Kediri: Meneladani Bapak Republik di Lereng Gunung Wilis

Disinggung mengenai makna dari tradisi yang sudah ada sejak lama dan terus dipertahankan ini, Sukardi menyebut jika pawai ini sebagai bentuk menjaga kerukunan masyarakat Desa Gesikharjo dalam acara Haul Agung Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi.

“Ini memang tradisi dari dulu, tujuannya menjaga kerukunan masya,” bebernya.

Selain pawai, rangkaian kegiatan Haul Agung Syekh Asmoroqondi juga akan diisi dengan berbagai acara lainnya. Pada sore harinya akan digelar tahlil akbar, sementara malam harinya menjadi puncak acara berupa pengajian umum.

“Setelah pawai nanti pukul 15.00 ada tahlil akbar, kemudian malam harinya puncak acara pengajian,” pungkasnya.

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.