BANJARMASINPOST.CO.ID - Imbas berisik saat main game online, A remaja 15 tahun tewas ditusuk tetangga.
A dinyatakan tewas usai ditusuk seorang pria paruh baya.
Diduga karena tidak terima lantaran korban dan beberapa rekannya ribut saat bermain game online.
Seusai melakukan aksinya, pelaku pun langsung melarikan diri dan polisi saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait keberadaan pelaku.
Berdasarkan informasi, peristiwa tersebut terjadi di bilangan Jalan Baji Pamai, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Senin (6/4/2026).
Diketahui, korban awalnya sedang bermain game online dengan sejumlah temannya di sebuah gang dekat dari rumah terduga pelaku.
Baca juga: Geger Penemuan Jasad Sopir Truk, Kondisi Tangan Terikat dan Babak Belur
Saat tengah bermain, korban dan temannya terlibat keributan hingga dianggap menganggu kerabat pelaku yang tengah beristirahat.
Korban pun ditegur oleh kerabat pelaku agar tidak menganggu jam istirahat.
Namun situasi justru memanas ketika pelaku tiba-tiba datang dan langsung melakukan penikaman terhadap korban.
"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan sementara mengejar terduga pelaku," ucap Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (7/4/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima, korban dinyatakan tewas akibat luka tusuk dibagian perut.
Beberapa saksi termasuk rekan korban telah dimintai keterangan di Polsek Mamajang.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, rumah pelaku yang bertetangga dengan korban kini dijaga ketat aparat kepolisian.
Saat ini, permainan modern sangat dekat dengan anak remaja atau usia sekolah. Padahal, ada dampak game online bagi pelajar yang harus diketahui.
Meski demikian, game online memiliki sisi positif dan negatif. Akan tetapi jika tidak bisa mengontrol, maka anak akan kecanduan game online.
Melansir laman SMAN 13 Semarang, dibahas mengenai dampak game online bagi pelajar. Apa saja itu?
1. Bisa kecanduan game
Ada penjelasan bahwa game online dapat dikatakan positif jika tidak sampai pada tahap kecanduan. Game online dapat dijadikan pelarian atas lelahnya kegiatan sehari–hari namun dengan takaran tertentu.
Sedang dikatakan tidak sehat jika seseorang mengalami kecanduan game dimana seseorang tersebut tidak dapat mengendalikan dirinya kapan bermain game dan harus berhenti.
Umumnya remaja saat ini melakukan game online diberbagai kesempatan bahkan ketika mereka belajar. Efeknya, banyak waktu terbuang sia–sia akibat game online.
Game online memberi efek candu, seseorang sudah mengetahui dampak negatifnya tapi karena kecanduan maka akan tetap melakukannya.
Terlebih otak orang–orang yang kecanduan game akan selalu berfikir tentang game setiap saat dan mengurangi fokus pada apa yang dihadapi dan dilakukan.
2. Mood changer
Biasanya ketika kita sedang memainkan game online dan ternyata kalah maka akan ada reaksi tertentu seperti menggebrak tangan ke meja, memarahi teman, berkata–kata kotor dan lain sebagainya.
Inilah yang dimaksud mood changer, yaitu kondisi dimana mood seseorang mampu berubah–ubah dikarenakan adanya suatu kondisi. Mood changer akan berdampak negatif jika tidak dapat dikendalikan.
Bahkan lebih parahnya ada yang hingga membanting gawai, memarahi keluarga yang mengganggu aktivitas gamenya, dan mengumpat karena kalah permainan.
Mood changer dikhawatirkan akan berdampak pada kekerasan fisik maupun verbal seseorang dan meningkatkan agresifitas seperti mudah marah dan emosi.
3. Otak depan menjadi tidak berkembang
Ada penelitian menjelaskan bahwa kinerja otak anak yang sering bermain game memiliki kecenderungan otak depan tidak berkembang. Disisi lain anak yang lebih banyak belajar aritmatika akan lebih berkembang otak depannya.
Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa sebagian besar anak yang sering bermain game akan malas berpikir dan cenderung susah untuk fokus pada pelajaran. Hal ini berdampak besar pada penurunan konsentrasi belajar yang berimbas pada prestasi akademik siswa.
4. Sebabkan insomnia
Adapun dampak game online bagi pelajar berikutnya ialah menyebabkan insomnia. Ini karena terlalu lama menatap layar gawai atau komputer. Hingga menyebabkan kurangnya produksi hormon melatonin yang sebenarnya sangat baik bagi kesehatan.
Akibat yang ditimbulkan adalah insomnia bagi para gamer yang berakibat pada akademik siswa dimana mereka mengalami kesulitan fokus karena kurang tidur ketika sekolah di pagi hari.
5. Sebabkan kerusakan mata karena radiasi
Tentunya, jika memainkan game online pada jangka panjang selama berjam–jam atau setiap hari akan menimbulkan efek pada kesehatan yaitu radiasi handphone maupun laptop dan kerusakan mata.
Radiasi pada hp maupun laptop dapat menyebabkan kangker dan menurunnya kualitas tidur. Terlalu banyak bermain game menyebabkan mata akan mudah letih dan semakin lama akan berakibat pada cacat mata yakni rabun dekat yang disertai sakit kepala.
Disisi lain kegiatan game yang disertai volume suara yang keras atau penggunaan headset yang melebihi batas suara akan menyebabkan gangguan pendengaran.
6. Jadi malas dan kurang aktivitas fisik
Dengan adanya berbagai hal yang dipermudah oleh teknologi berdampak pada kekuatan fisik seseorang. Terlebih adanya game online akan mengurangi kegiatan fisik seperti masa sebelumnya permainan sepakbola, voli, dan sebagainya.
7. Menjadi tidak peduli sekitar
Kini, ketika berkumpul dengan teman maka tetap akan sibuk dengan handphone masing-masing. Padahal, seharusnya pelajar bisa paham dimana harus menggunakan dan tidak.
Terlebih ketika sedang asik bermain game online maka akan mengabaikan lingkungan dan berdampak pada anti sosial.
8. Tambah boros
Karena bermain game online yang butuh internet, maka kuota data internet akan terus dipakai hingge menyebabkan boros kuota internet.
Hal ini akan diperparah jika orang tersebut belum berpenghasilan atau bergantung kepada orangtuanya. Maka, sebagai seorang pelajar harus bijak dalam memanfaatkan game online sebagai media refreshing.
(Banjarmasinpost.co.id/Kompas.com)