TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Prakiraan Cuaca BMKG atau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, bakal terjadi hujan di sebagian besar wilayah Kaliman Tengah (Kalteng) sepekan ke depan.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Muhammad Ihsan Sidiq mengungkapkan, potensi hujan itu juga diserai petir, kilat, serta angin kencang.
"Berdasarkan pembaruan informasi pukul 08.30 WIB, sebagian besar wilayah Kalteng berpotensi terjadi hujan pada 8 hingga 14 April 2026," ujar Ihsan, Rabu (8/4/2026).
Selain itu, dirinya juga mengingatkan adanya potensi pertumbuhan awan konvektif atau awan cumulonimbus dapat berpotensi hujan sedang hingga lebat, dan menimbulkan angin kencang, serta menambah tinggi gelombang di wilayah pesisir dan perairan selatan Kalteng.
"Diimbau kepada masyarakat pesisir agar berhati-hati ketika beraktivitas di laut," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ihsan menambahkan, potensi hujan masih akan terjadi hingga Mei 2026 mengingat wilayah Kalteng baru memasuki musim kemarau pada akhir Mei 2026.
Di wilayah Kalteng yang lebih dulu memasuki musim kemarau di antaranya Kapuas bagian selatan, Pulang Pisau bagian selatan, dan Katingan bagian selatan.
Sedangkan wilayah Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Seruyan, hingga Sukamara bagian selatan diprediksi memasuki puncak musim kemarau pada akhir Juni 2026.
"Awal musim kemarau untuk wilayah kalteng diprediksi dimulai pda Mei dasarian III hingga Juni dasarian III," kata Ihsan.
Baca juga: Cuaca Mendung Pagi Senin 6 April 2026, BMKG Prediksi Hujan Sedang-Lebat Guyur Palangka Raya
Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Prediksi Palangka Raya Cerah Berawan Siang Ini, Diguyur Hujan Tengah Malam
Ihsan menyebut, musim kemarau tahun ini diprediksi akan lebih panjang 2-3 dasarian atau 20-30 hari.
Meski belum memasuki musim kemarau, sudah ada wilayah yang terdampak kekeringan di Kalteng karena curah hujan mulai berkurang.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPB-PK Kalteng, Alpius Patanan mengungkapkan, daerah yang melaporkan kekeringan yakni Kabupaten Kotawaringin Barat, tepatnya di Desa Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan.
"Kami sudah menyarankan supaya bisa membuatkan sumur bor untuk pemenuhan air bersih, jika belum tersedia di anggaran rutin, bisa menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan sebagai dasar menggunakan belanja tidak terduga," tegas Alpius.