Dinkes Lumajang Temukan 531 Kasus HIV Selama 2025, Kecamatan Kunir hingga Tempeh Jadi Sorotan
Cak Sur April 08, 2026 02:49 PM

 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), mencatat temuan sebanyak 531 kasus baru penderita HIV selama tahun 2025.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes P2KB Lumajang, dr Marshall, mengatakan jumlah tersebut merupakan rata-rata kasus baru yang ditemukan setiap tahun.

"Kalau tahun 2024, saya belum lihat datanya. Tetapi jumlah tersebut rata-rata kasus baru yang kami temukan setiap tahun, selalu di angka lima ratusan," ujar dr Marshall kepada SURYA.co.id, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, jumlah tersebut kemungkinan jauh lebih banyak di lapangan. Sebab, ada beberapa kelompok yang sulit disentuh, sehingga tidak bisa dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

"Kami bisanya melakukan pemeriksaan terhadap ibu hamil. Karena setiap ibu hamil juga harus melakukan pemeriksaan HIV, dan dari situ kami banyak temukan," kata dr Marshall.

Berikut adalah poin-poin utama terkait temuan kasus HIV di Lumajang:

  • Seks bebas menjadi faktor utama penularan virus dengan pola gonta-ganti pasangan.
  • Pemeriksaan rutin pada ibu hamil menjadi saluran utama deteksi dini kasus baru.
  • Wilayah dengan mobilitas penduduk tinggi menjadi lokasi persebaran kasus yang paling dominan.

Penyebab dan Cara Penularan

Ratusan penderita HIV tersebut, rata-rata disebabkan karena hubungan seks bebas. Disebutkan dr Marshall, aktivitas tersebut sangat memudahkan penularan virus.

"Paling sering itu hubungan seks bebas yang sering gonta ganti pasangan. Ada juga pertukaran darah lewat jarum suntik, tapi itu jarang, termasuk turunan dari ibu ke anaknya juga sangat jarang," imbuh dr Marshall.

Sementara untuk sebaran penularan HIV tahun lalu, dr Marshall mengungkapkan, paling banyak penderita berdomisili di beberapa wilayah tertentu di Lumajang.

Kecamatan tersebut meliputi Kunir, Jatiroto, Rowotengah, Pasirian dan Tempeh.

"Hal itu dipengaruhi oleh mobilitas, bisa jadi mereka bukan penduduk asli sana, bisa saja dia berasal dari luar daerah yang terus bertempat tinggal di sana," ucapnya.

Validasi Data Tahun 2026

Lebih lanjut, dr Marshall mengungkapkan hingga Maret 2026 pihaknya juga telah menemukan kasus baru HIV di Lumajang sebanyak 136 kasus.

Namun, jumlah penderita baru tersebut masih perlu divalidasi kembali terkait kepastian penyakitnya.

"Data validnya itu akan bisa dipastikan pada akhir 2026 nanti. Sementara 531 kasus positif HIV di 2025 itu sudah valid," bebernya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.